Dark/Light Mode

Purworejo Paling Oke Terapkan PPKM Darurat Se-Jateng

Kamis, 15 Juli 2021 20:41 WIB
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti. (Foto: Ist)
Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo dalam pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dinilai paling baik se-Jawa Tengah.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali secara virtual yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves​) Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (14/7).

Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, pencapaian itu karena usaha keras pemerintah kabupaten dan elemen masyarakat dalam mendukung kebijakan PPKM Darurat.

Berita Terkait : Selama PPKM Darurat, Smartfren Permudah Layanan Pelanggan

"Capaian itu karena kami bersama berupaya mendukung kebijakan PPKM Darurat ini," ujar Yuli yang juga ikut dalam evaluasi secara virtual tersebut.

Yuli menjelaskan, ada beberapa tindakan yang menjadi kunci keberhasilan dalam penerapan upaya PPKM Darurat. Di antaranya, menggandeng elemen dari tingkat bawah, dari nulai RT, RW, Pemerintah Desa, dan dasa wisma untuk turut berperan aktif.

Penanganan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dilakukan hingga tingkat paling bawah. Termasuk deteksi dan antisipasi dini, dengan berkoordinasi secara berjenjang antara camat dan stakeholder terkait.

Berita Terkait : Dukung Perpanjangan PPKM Darurat, Semua Pihak Diminta Berkorban

"Tidak kalah pentingnya adalah program Jogo Tonggo, tetap dilaksanakan di level RT dan RW," ungkapnya.

Lebih dari itu, rumah sakit milik pemerintah daerah juga telah dialokasikan khusus untuk penanganan Covid-19. Keseriusan tersebut berdampak pada minimnya angka kematian, dan meningkatnya angka kesembuhan.

Dari data yang ada, case fatality rate (CFR) atau angka kematian​ di Kabupaten Purworejo, dibanding kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah juga cukup rendah, yakni hanya 3,65 persen. Sementara, recovery rate atau tingkat kesembuhan juga cukup baik yakni 83,31 persen.

Berita Terkait : DPR Setuju Perpanjangan PPKM Darurat, Asal Penuhi Syarat-syarat Ini

Untuk mengurangi mobilitas dan aktivitas warga, Pemkab Purworejo juga melakukan pemadaman penerangan jalan umum (PJU) selama 24 jam. Hal ini juga telah sesuai dengan Instruksi Menko Marves pada rapat koordinasi evaluasi PPKM Darurat Jawa-Bali sebelumnya.

"Saat ini yang masih menjadi kendala adalah ketersedian oksigen. Kami minta bantuan dari pusat agar masalah ini dapat segera teratasi," harap Yuli. [FAQ]