Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Hingga H-3 berakhirnya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, pemerintah belum memutuskan apakah kebijakan pengetatan mobilitas masyarakat ini akan diperpanjang atau tidak.
"Saat ini kami evaluasi PPKM darurat dengan jangka waktu dan apakah dibutuhkan perpanjangan lebih lanjut. Kami akan melaporkan kepada Bapak Presiden dan dalam 2-3 hari ke depan kita akan mengumumkan secara resmi," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan dalam konferensi pers, Sabtu (17/7).
Dia menyebut, ada dua indikator yang dijadikan evaluasi PPKM Darurat, yakni penambahan kasus dan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit.
Baca juga : Susuri Sungai Terpanjang Pake Kayak Selama 45 Hari
Menurutnya, saat dalam dua hari ini indikator penambahan kasus dan bed occupancy rate mulai membaik. "Kita akan lihat periode 14 sampai 21 hari," tuturnya.
Menurutnya ada beberapa daerah yang mengalami penurunan aktivitas dan mobilitas masyarakatnya. Juga, penambahan kasusnya mulai flattening. Di antaranya, DKI Jakarta.
"Dan saya melihat Bali juga akan menurun penambahannya dalam 1 minggu ke depan, walaupun mungkin masih akan naik dalam 2 atau 3 hari ke depan," beber Luhut.
Baca juga : Anggota DPRD NTB Najamuddin Siap Dipanggil Polisi
Diingatkan Luhut, jika semuanya konsisten menjalankan PPKM Darurat, maka pada akhir Juli posisi Indonesia akan semakin baik.
"Oleh karena itu saya meminta teman-teman di semua tempat, di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, tempat lain di penjuru Tanah Air, untuk bahu membahu melawan varian Delta ini," tuturnya.
Di akhir paparannya, Luhut meminta maaf jika PPKM Darurat belum berlangsung secara optimal. "Terakhir, sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, dari lubuk hati yang paling dalam saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, jika dalam penanganan PPKM Jawa Bali ini masih belum optimal," ucap dia.
Baca juga : Optimis, Pandemi Melandai Akhir Juli
Luhut berjanji, dirinya bersama jajaran menteri dan kepala lembaga terkait akan terus bekerja keras untuk memastikan penyebaran varian Delta, biang kerok kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air, bisa diturunkan. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya