Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Larangan masuk bagi para pendatang asal Indonesia berlaku mulai 16 hingga 31 Juli 2021. Menurutnya, orang yang baru-baru ini memiliki riwayat perjalanan ke Indonesia juga akan dilarang masuk ke Filipina. Hal itu dilakukan demi mencegah Corona varian Delta.
Pemerintah Hong Kong ikut melarang semua penumpang penerbangan dari kita masuk ke wilayahnya. Penutupan itu berlaku sejak Juni lalu. Hal itu diinformasikan Kementerian Luar Negeri Indonesia. Kemenlu menyatakan, berdasarkan informasi yang didapatkan, larangan itu diputuskan Pemerintah Hong Kong karena terdapat peningkatan jumlah kasus impor (imported cases) Corona dari Indonesia.
Pada 23 Juni 2021, Pemerintah Hong Kong telah mengumumkan mulai 25 Juni 2021 akan menetapkan status Indonesia menjadi negara kategori A1 (extremely high risk). Dengan kategori A1, semua penumpang penerbangan dari Indonesia tidak diperbolehkan memasuki Hong Kong.
Sementara, Arab Saudi telah melarang pendatang dari Indonesia masuk sejak Februari lalu. Sampai sekarang, aturan itu belum dicabut pemerintahan Raja Salman bin Abdul Azis. Saat itu, Saudi mengumumkan larangan penerbangan internasional dari Indonesia dan 19 negara lainnya, karena ada temuan varian Delta.
Belakangan, Saudi mencabut larangan masuk bagi pelancong dari 11 negara. Tapi, Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang dicabut dari daftar hitam imigrasi Saudi tersebut.
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander Kaliaga Ginting, tidak menampik bahwa Corona di Indonesia sedang gila-gilanya. Faktanya, bisa dilihat dari positivity rate tertinggi, kasus terkonfirmasi harian tertinggi, kasus aktif di masyarakat tertinggi, angka kematian karena Corona juga tertinggi, dan melonjaknya tingkat penularan di komunitas dan keluarga karena varian baru.
Dengan poin-poin itu, apakah Indonesia sudah pantas disebut episentrum Corona? Alex menjawab diplomatis. "Tergantung hasil setiap parameter apakah juara satu atau tidak?" ucapnya, saat dikonfirmasi Rakyat Merdeka, kemarin. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya