Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah akademisi dan tokoh nasional mendeklarasikan Forum Solidaritas Kemanusiaan. Forum itu dibentuk untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19.
Sekjen PMI yang juga mantan Menteri ESDM Sudirman Said didapuk sebagai Koordinator Nasional forum itu.
"Ada tiga pesan yang saya tangkap dari proses pembentukan forum ini, pertama pesan kembali ke sains, yang itu datang dari para akademisi, para guru besar, kawan-kawan kampus yang selama proses pembentukan ini begitu aktif menyampaikan gagasan-gagasan," ujar Sudirman Said, Selasa (27/7).
Baca juga : Sudirman: Hadapi Covid-19 Diperlukan Kekuatan Kolektif
Dia mengatakan, para pemrakarsa forum ini memiliki tiga semangat. Pertama, mempertahankan pengembangan sains. Kedua, semangat keragaman. Forum tersebut dibentuk dari beragam komunitas dengan beragam latar belakang.
"Semangat keragaman itu lahir dari banyaknya kelompok-kelompok komunitas yang terus bergerak membantu masyarakat dalam menangani fovid-19 ini dan background-nya sangat bermacam-macam, ada para dokter, psikolog, penggerak sosial kemanusiaan, lembaga-lembaga dana, seperti Dompet Dhuafa, Baznas, dan lain-lain," bebernya. Sedangkan yang ketiga adalah pesan moral.
Sejumlah tokoh agama hadir dalam pembentukan Forum Solidaritas Kemanusiaan seperti Muhammadiyah, NU, Hindu, Katolik, Budha.
Baca juga : Gus Halim: Ibadah Kurban Siratkan Pesan Solidaritas dan Empati
Adapun pengurus Forum Solidaritas Kemanusiaan ini akan menangani beragam bidang, di antaranya tim yang menangani komunikasi dan pengembangan jejaring, tim yang menangani edukasi, serta literasi terkait Covid-19.
"Ada satu tim yang menangani edukasi dan literasi karena bagaimana pun Covid-19 ini masih belum dipahami atau masih dianggap sesuatu yang mungkin belum oleh sebagian orang. Oleh karena itu, kita harus menggelorakan aspek-aspek edukasi dan literasi," cetus Sudirman.
Selain itu, ada pula tim yang menangani pemulihan kesehatan diisi dengan individu yang memiliki latar belakang kesehatan, serta ada tim yang menangani pemulihan ekonomi, bidang resources mobilization, serta tim bidang riset dan advokasi.
Baca juga : Ciptakan Lulusan Berkualitas, Universitas Pancasila Bentuk CEP
"Harus ada yang menangani riset dan advokasi, umpamanya mau memberikan riset dan advokasi, umpamanya mau menyampaikan rekomendasi perbaikan ke pihak yang memberi kewenangan, supaya lebih sistematis," urainya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya