Dewan Pers

Dark/Light Mode

Hadapi Pandemi, Muhammadiyah Seirama Dengan Pemerintah

Rabu, 28 Juli 2021 14:42 WIB
Pertemuan virtual Menko Polhukam Mahfud MD dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan jajaran, Selasa (27/7) siang. (Foto: Ist)
Pertemuan virtual Menko Polhukam Mahfud MD dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan jajaran, Selasa (27/7) siang. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terus maraton berdialog dengan sejumlah elemen organisasi keagamaan dan kemasyarakatan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19.

Setelah dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) kini giliran PP Muhammadiyah yang diajak diskusi.

Mahfud mengajak PP Muhammadiyah terus memberikan kesadaran kepada umat bahwa Corona masih ada. Dia juga mengapresiasi partisipasi aktif Muhammadiyah selama ini. Sebab, kerjasama pemerintah dengan ormas keagamaan amat penting dalam perang melawan Covid-19.

Berita Terkait : Tinjau Vaksinasi Perbarindo, Kamrussamad Pede Ekonomi Segera Bangkit

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan, Muhammadiyah banyak seirama dan bertitik temu dengan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah dalam menangani pandemi baik secara keilmuan, maupun keagamaan.

Ia mengatakan bahwa, PP Muhammadiyah sadar pandemi ini sungguh-sungguh mengancam. "Karena itu PP Muhammadiyah bersyukur pemerintah mengambil Langkah-langkah darurat lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)," demikian disampaikan Haedar saat sesi dialog dalam pertemuan virtual Menko Polhukam dengan PP Muhammadiyah, Selasa (27/7).

Silaturahmi ini dilakukan untuk membahas kesepahaman akan penanganan atas pandemi Covid-19. Hadir dalam pertemuan darint tersebut, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, dan jajaran pengurus seperti Syafiq Mughni, Dadang Kahmad, Dahlan Rais, dan Agung Danarto. Sementara dari Kemenko Polhukam, Menko Mahfud hadir beserta Sesmenko, para Deputi, para Staf Ahli dan para Staf Khusus. 

Berita Terkait : Edukasi Masyarakat di Masa Pandemi Lewat Radio dan Webinar

Mahfud berterimakasih atas partisipasi  aktif Muhammadiyah selama ini dengan 117 rumah sakitnya yang turut menangani pasien Covid-19.

"Pemerintah terus ingin bekerja sama dan di posisi mana Muhammadiyah bisa terus membantu. an jika ada hal yang perlu diperbaiki dari sisi pemerintah dalam penanganan Corona ini agar lebih bersinergi," sebut Mahfud.

Haedar berharap pemerintah perlu konsisten agar PPKM Level 4 dijaga dan dilaksanakan dengan baik. "Tidak perlu ragu karena rakyat membutuhkan kepastian. Sempurna tentu tidak bisa, tapi pilihan-pilihan yang ditempuh pemerintah harus tetap firm," tegasnya.

Berita Terkait : Puan Cemas

Muhammadiyah sendiri terlibat aktif sejak awal dalam menangani Covid-19 secara mandiri lewat 117 rumah sakit dan 167 perguruan tinggi Muhammadiyah yang ikut dalam penyelamata jiwa.

Menurut pengurus PP Muhammdiyah, jima dihitung-hitung, sudah sekitar satu triliun rupiah yang keluar dari dana organisasi untuk membantu penanganan Covid-19. Muhammadiyah terlibat aktif menangani Covid-19 baik dalam aspek kesehatan, keagamaan, maupun sosial ekonomi. [FAQ]