Dark/Light Mode

Waspada Varian Covid-19 Asal Indonesia

Ingat! Jangan Lengah, Taat Prokes Dan Mau Divaksin

Kamis, 29 Juli 2021 05:05 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Istimewa).
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Varian Covid-19 asal Indonesia sedang diawasi oleh Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO). Virus dengan kode B.1466.2 ini pertama kali ditemukan akhir tahun lalu. Protokol kesehatan (prokes) harus semakin diperketat.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, virus Corona varian Indonesia masih terus diteliti secara berkala. Pasalnya, varian ini ditemukan di Tanah Air pada Novembar 2020 dan masuk pada daftar alerts for future monitoring WHO pada 28 April 2021.

“Varian B.1.466.2 merupakan varian yang memiliki titik mutasi yang serupa dengan varian Alpha (B.1.1.7), disertai beberapa mutasi lainnya,” jelas Wiku.

Berita Terkait : Gengs, Bansos Sudah Dibagikan, Pemerintah Peduli Saat Pandemi

Wiku menuturkan, berbeda dengan Variant Of Concern (VOC) dan Variant Of Interest (VOI), yang termasuk pada daftar alerts for future monitoring adalah varian-varian yang memiliki mutasi yang diprediksi memiliki risiko. Namun, bukti fenotipik atau perubahan yang tampak dan bukti epidemiologi masih belum jelas.

“Diperlukan monitoring dan assesmen berkala terhadap bukti-bukti baru yang sedang diteliti,” kata Ketua Dewan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) ini.

Seperti diketahui, kategori alerts for future monitoring memiliki potensi menjadi berbahaya di masa depan karena memiliki perubahan genetik. Hanya saja, untuk kasus Indonesia, data dan bukti-buktinya masih belum cukup sehingga dibutuhkan pengawasan dan penelitian berulang yang kuat.

Berita Terkait : Netizen Usul, Jangan Cuma Batasi Tapi Larang WNA Masuk, Uji Coba Sebulan

Sementara, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Subandrio mengatakan, varian Covid-19 asal Indonesia memiliki sifat yang tidak berbahaya. Varian ini tidak sama dengan varian Delta asal India.

“Varian lokal (Indonesia) itu tidak berbahaya dan tidak cepat menular seperti varian Delta,” ungkap Amin.

Netizen berharap percepatan vaksinasi di Indonesia bisa segera dilaksanakan. Target herd immunity (kekebalan kelompok) harus lebih cepat diwujudkan. Jangan biarkan varian baru muncul sebelum herd immunity terbentuk.
 Selanjutnya