Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kata Ketua KPK, Red Notice Harun Masiku Direspon Negara Tetangga

Senin, 2 Agustus 2021 17:58 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)
Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto: Oktavian/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan, sejumlah negara tetangga telah merespon red notice yang diterbitkan NCB Interpol, terkait buron kasus suap pergantian antar waktu Harun Masiku.

Meski begitu, mantan Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) itu masih enggan membeberkan negara mana saja yang telah merespon tersebut.

"Beberapa negara tetangga sudah memberikan respon, terkait upaya pencarian tersangka HM (Harun Masiku). Saya tidak mau sebutkan negara itu," ujar Firli dalam konferensi pers, di Gedung KPK, Senin (2/8).

Berita Terkait : Ketua Satgas KPK Yakin Harun Masiku Di Indonesia

Dia menyatakan, komisi antirasuah tidak bisa menangkap Harun sendirian. Karena itulah dia meminta bantuan NCB Interpol untuk menerbitkan red notice terhadap Harun Masiku.

"Apalagi tersangkanya patut kuat dugaan kita ada di luar negeri, dan kita meminta bantuan interpol untuk menerbitkan red notice," tuturnya.

Mantan Kabaharkam Polri ini pun mengingatkan, jika ada pihak-pihak yang mencoba menghalang-halangi upaya penangkapan Harun Masiku, dia akan dijerat pidana.

Berita Terkait : Lonjakan Kematian Harus Distop, Testing Tracing Jangan Ditawar

"Maka itu masuk kategori tindak pidana lain yang diatur dalam UU No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, pasal 21 ya, dan itu masuk tindak pidana," tegas Firli.

Sebelumnya, KPK menyebut Interpol telah menerbitkan red notice atas nama Harun Masiku. Harun Masiku merupakan tersangka kasus suap pergantian antar waktu (PAW). Sampai hari ini Harun belum diketahui rimbanya.

"Informasi terbaru yang kami terima bahwa pihak Interpol benar sudah menerbitkan red notice atas nama DPO (Daftar Pencarian Orang) Harun Masiku," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (30/7). [OKT]