Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Suap Penyidik KPK

Pengacara Maskur Punya Koneksi Dengan Satgas Lain?

Senin, 19 Juli 2021 06:40 WIB
Tersangka Maskur Husain usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/7/2021). (Foto Tedy Kroen/RM)
Tersangka Maskur Husain usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/7/2021). (Foto Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mendalami cara Maskur Husain membantu penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju mengamankan perkara. Diduga pengacara itu memiliki koneksi dengan penyidik dari Satgas lain.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ipi Maryati mengatakan, pihak-pihak terkait sudah diperiksa untuk mendalami peran Maskur.

Namun, Ipi enggan membuka hasil pemeriksaan itu. Dia khawatir jika dibeberkan bakal mengganggu proses penyidikan. “Tunggu dakwaannya saja ya,” katanya.

Berita Terkait : Kinerja Industri Pengolahan Triwulan II Masuk Fase Ekspansi

Dugaan Maskur memiliki akses kepada sejumlah Satgas Penyidikan KPK itu muncul pada sidang dak­waan Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial.

Robin mengontak Maskur sebelum membantu perkara Syahrial. KPK tengah menyelidik Syahrial terkait kasus jual beli jabatan di Tanjungbalai.

Maskur setuju membantu. Pria yang memiliki nama panggung Alex Gamalama itu meminta disiapkan Rp 1,5 miliar.

Berita Terkait : Kasus Korupsi Pengadaan Lahan, KPK Pastikan Bakal Panggil Anies Baswedan

Robin menyampaikan kepada Syahrial. Politisi Golkar itu setuju. Syahrial lalu mengirim uang secara bertahap ke rekening Maskur maupun rekening Riefka Amalia, saudara teman perempuan Robin. Totalnya Rp 1,695 miliar.

Merasa perkaranya sudah “aman”, tiba-tiba Syahrial mendapat informasi Satgas KPK melakukan penggeledahan di Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara pada November 2020. Dikabarkan, penyidik KPK juga akan datang ke Tanjungbalai.

Syahrial lantas mengontak Robin melalui aplikasi Signal. Ia meminta komitmen Robin untuk mengamankan perkaranya dan membacakan rencana penyidik KPK ke Tanjungbalai.

Berita Terkait : KPK Dalami Penerimaan Gratifikasi Aa Umbara Dari Banyak Instansi Di Bandung Barat

Robin lalu menghubungi Maskur memintanya memastikan apakah ada Satgas KPK yang akan datang ke Tanjungbalai.
 Selanjutnya