Dark/Light Mode

Kena Prank Rp 2 Triliun, Yenny Wahid: Kita Alami Krisis Akal Sehat

Rabu, 4 Agustus 2021 22:42 WIB
Yenny Wahid
Yenny Wahid

RM.id  Rakyat Merdeka - Putri kedua Presiden KH Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid menanggapi heboh bantuan Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio yang hingga kini belum jelas dananya. 

Hal ini menunjukkan contoh bahwa semua elemen bangsa mengalami krisis akal sehat dan suka kagetan.

"Meskipun kita percaya bahwa selalu ada malaikat dan keajaiban, peristiwa ini mengingatkan kita untuk selalu rasional dalam menghadapi apapun. Ojo kagetan," ujar Yenny dikutip Antara, Selasa (3/8).

Berita Terkait : SPI Minta Publik Tak Sudutkan Kapolda Sumsel

Yenny meminta semua komponen bangsa untuk mengedepankan rasionalitas. 

"Akal sehat kita kedepankan. Orang semestinya curiga, kok bisa ada yang nyumbang dua triliun rupiah, benar apa tidak? Sehat mentalnya atau tidak? Jangan sampai satu negara ikut kebobolan. Covid-19 memang membuat kita nyaris putus asa, tapi jangan sampai kita kehilangan akal sehat," kata dia.

Ia mengingatkan, semua informasi jangan selalu diterima bulat-bulat. "Perlu dilakukan verifikasi dulu sebelum dikeluarkan ke publik," kata Yenny

Berita Terkait : Kemenag Realokasi Rp 2 Triliun Untuk Penanganan Covid-19

Ia mengatakan, masalah keluarga Tio ini mengingatkan dia pada heboh Bruneigate yang menimpa Presiden Wahid. Ketika itu parlemen menekan keras. Setelah tim Kejaksaan Agung memverifikasi langsung pada Kesultanan Brunei, barulah akal sehat tegak kembali.

Ia meminta publik ojo kagetan sehingga tidak mudah diombang-ambingkan kabar dan informasi. Juga para abdi negara dan abdi masyarakat hendaknya kedepankan rasionalitas sebelum menyebar kabar dan megeluarkan pernyataan ke publik.

Ia ingat, dulu geger Menteri Luar Negeri (saat itu) Adam Malik menerima resmi ibu hamil yang melapor tentang bayi dalam kandungannya bisa bicara. Aparat yang tidak kedepankan rasio meloloskan penipu diterima menteri utama kabinet. "Hilangnya sense of rasionality," kata dia.

Berita Terkait : Di Mata Investor, Bisnis Penyeberangan Seksi...

Cut Zahara Fona nama ibu hamil yang mengaku bayi dalam kandungannya bisa bicara dan diterima Malik di kediaman resmi. Sang menteri mendengarkan 'bayi bicara'. Lalu heboh pers memberitakan dan publik geger. 

Belakangan Cut Zahara ketahuan bohong, ternyata suara bayi dari dalam perut itu adalah suara perekam yg disembunyikan di perut.

Sekali lagi, Yenny meminta semua pihak selalu rasional. "Memang Pandemi Covid-19 ini membuat kita semua nyaris putus asa. Tapi jangan sampai kita kehilangan akal sehat. Mari kita berbuat sebisa kita membantu sesama dalam keadaan serba sulit saat ini," kata dia. [MFA]