Dark/Light Mode

KSP: Prokes Kendor, Dokter Dan Faskes Terbatas, Situasi Donggala Kudu Diperhatikan

Sabtu, 7 Agustus 2021 10:55 WIB
Tim verifikasi lapangan KSP meninjau situasi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, untuk memastikan penanganan Covid-19 di kabupaten ini. (Foto: Dok. KSP)
Tim verifikasi lapangan KSP meninjau situasi di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, untuk memastikan penanganan Covid-19 di kabupaten ini. (Foto: Dok. KSP)

 Sebelumnya 
Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pasokan APD dan multivitamin, untuk para nakes yang bertugas.

“Beban kerja kami sangat berat, karena masyarakat termakan hoaks. Mereka tidak mau divaksin karena mendapatkan informasi bahwa orang akan meninggal setelah divaksin. Jadi, kami dengan tenaga yang terbatas ini, susah juga mau mengedukasi,” kata Kadris, salah satu perawat dan ketua program vaksinasi Covid-19 Puskesmas Lembasada.

Kerja 24 Jam

Baca juga : 204 Petugas Kena Covid, Pusat Vaksinasi Di Malaysia Tutup Sehari

Cerita serupa juga dilaporkan oleh para nakes di RSUD Kabelota. Rumah sakit tersebut hanya memiliki 26 nakes yang menangani Covid-19, dan 4 dokter muda yang dikhususkan untuk penanganan Corona.

Sebagian besar dari mereka adalah tenaga honorer, termasuk salah satunya perawat Suryanti yang sudah menjadi tenaga honorer selama 15 tahun.

Sedangkan dr. Syavina Andina Anjar adalah dokter muda, yang baru lulus dari Universitas Tadulako Palu. Sudah setahun ja ditugaskan untuk menangani Covid-19 di RSUD Kabelota, dengan status tenaga honorer.

Baca juga : Kemendes PDTT Kerja Keras Urus Daerah Tertinggal, 32 Kabupaten Bakal Naik Kelas

“Kami harus bekerja 24 jam  karena jumlah dokter di sini sangat terbatas. Selain itu, fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19 juga belum memadai. Itu kendala terbesar kami,” kata Syavina.

Sejauh ini, sudah ada 4 pasien Covid-19 yang meninggal dunia di RSUD Kabelota, karena tidak bisa segera dirujuk ke rumah sakit di Palu yang kapasitasnya penuh.

RSUD Kabelota hanya menampung pasien Covid-19 bergejala sedang dan ringan, karena pihak rumah sakit tidak memiliki ventilator, persediaan tabung oksigen yang terbatas, dan fasilitas PCR yang belum memadai.

Baca juga : Cegah Kerumunan, Ganjar Dorong Tempat Vaksinasi Diperbanyak

Saat ini, KSP telah membentuk 3 tim verifikasi lapangan yang tersebar di 3 provinsi berbeda yakni Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah untuk meninjau penanganan Covid-19. Serta mencari solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat, selama penerapan PPKM.

“Ini temuan yang sangat penting bagi kami. KSP berpendapat, penanganan Covid-19 di Donggala perlu diperkuat. Kami akan berupaya mendukung proses penguatan itu,” tutur Tenaga Ahli KSP, Fajrimei A. Gofar. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.