Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Anak Muda Hebat dan Penghargaan Internasional (1)
Magic Box Sampangan, Ubah Sampah Jadi Zero-Waste
Selasa, 10 Agustus 2021 20:44 WIB
Sebelumnya
Sampangan ini butuh waktu tiga tahun dari sejak uji coba sampai akhirnya bisa operasional melakukan teknologi karbonisasi.
“Kami memulai uji coba sejak 2016, baru kemudian pada 2019, lahir menjadi magic box yang bisa memproses semua jenis sampah tanpa dipilah, untuk diolah menjadi karbon aktif dan disinfektan,” kata alumni University Malaya itu.
Dia berkuliah di Jurusan IT, dan lulus tahun 2014. Saat ini Muhammad Fauzal Rizki sebagai founder Sampangan, punya misi besar menciptakan dunia yang bebas sampah.
Baca juga : QNET Menangkan Berbagai Penghargaan Internasional
Sejak menemukan teknologi ini, dia sudah mengolah 62.500 ton sampah. Hasilnya, 528 ton pupuk organik dan 400 ribu liter bio-disinfektan. Pupuk itu telah meningkatkan keuntungan petani sebesar 40 persen, sekaligus memperbaiki sanitasi dan kesehatan masyarakat. Luar biasa.
Berikut ini, sedikit kutipan wawancara dengan Fauzal Rizki, yang ditemani Hana Purnawarman, Chief Product Officer perusahaan tersebut.
Mengapa menciptakan Sampangan? Solusi jangka pendek yang murah dan mudah untuk mengelola sampah saat ini kan ditumpuk saja di TPA?
Baca juga : Dorong Perdagangan Internasional, Mandiri Terus Kembangkan Layanan Trade Finance
Penanganan sampah dengan cara landfill menimbulkan banyak masalah. Sampah diangkut ke tempat pembuangan, ditimbun dengan tanah. Lalu di atasnya ditumpuki sampah baru, ditimbun lagi tanah. Begitu seterusnya secara berulang.
Biayanya sangatlah murah. Tapi dalam jangka panjang, jika landfill penuh tentu dibutuhkan pembukaan lahan baru. Dan itu biayanya sangat mahal.
Belum lagi risiko kesehatan dan bau tidak sedap ke lingkungan sekitarnya. Juga pencemaran air tanah karena air hujan terserap begitu saja melewati sampah-sampah yang tidak diolah.
Baca juga : Dipanggil KPK, 2 Pejabat Aceh Diam-diam Pergi Ke Ibu Kota
Apa keistimewaan teknologi ini?
Teknologi pengolahan sampah memang semakin berkembang. Sudah ada kebiasaan masyarakat memilah sampah. Namun, memilah sampah organik, plastik hingga kaca, sampai ke pengangkutan ini sulit.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya