Dark/Light Mode

Pengusutan Pengadaan Kapal

Dipanggil KPK, 2 Pejabat Aceh Diam-diam Pergi Ke Ibu Kota

Senin, 7 Juni 2021 06:45 WIB
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto: Antara)
Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan tiga Kapal Motor Penumpang (KMP) Aceh Hebat pada tahun 2020.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri membenarkan pihaknya telah memeriksa pejabat terkait. Di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh, Junaidi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh, Taqwallah. “(Keduanya) Diperiksa soal teknis pengadaan,” kata Ali.

Sebelumnya, Junaidi mengakui terbang ke Jakarta untuk penuhi panggilan penyidik KPK bersama-sama Sekda Aceh, Taqwallah pada Kamis (3/6/2021).

Berita Terkait : KPK Cari Keberadaan Eks Legal Manager Duta Palma

Kehadirannya mereka di Gedung Merah Putih KPK untuk menjelaskan usulan perencanaan dan penganggaran tiga KMP Aceh Hebat pada tahun 2020. Kapal-kapal itu kini sudah beroperasi sebagai alat transportasi penyeberangan antar pulau di Aceh.

“KPK juga memberitahu kami bahwa mereka sedang menyelidiki beberapa kasus dugaan korupsi di Aceh dan sudah memanggil sejumlah pejabat untuk dimintai keterangan,” jelas Junaidi.

Dia menjelaskan semua izin yang dibutuhkan untuk pelayaran kapal itu keluar dari berbagai lembaga yang berwenang termasuk Kementerian Perhubungan.

Berita Terkait : Ferdy Yuman Didakwa Bantu Pelarian Nurhadi Saat Jadi Buronan KPK

Setelah itu baru kapal tersebut dikontrakkan kepada PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Indonesia Ferry (Persero) atau ASDP.

“Tujuannya, supaya kapal-kapal itu dibuat oleh perusahaan yang berpengalaman dan qualified,” dalih Junaidi.

Menurutnya, selama proses pemeriksaan berlangsung penyidik meminta alat telekomunikasi yang dimilikinya dinonaktifkan. Setelah selesai diperiksa hingga sore hari, baru dipersilahkan mengaktifkannya kembali.
 Selanjutnya