Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anak Muda Hebat dan Penghargaan Internasional (1)
Magic Box Sampangan, Ubah Sampah Jadi Zero-Waste
Selasa, 10 Agustus 2021 20:44 WIB
Sebelumnya
Dengan pemupukan organik dari karbon aktif, hasilnya meningkat 2 kali lipat, jadi rata-rata 8 ton perhektar, dan masa panen bertambah dari dua kali menjadi tiga kali setahun.
Saat ini, seluas 100 hektar lahan pertanian, rencananya jadi beneficiary karbon aktif Sampangan, melalui pengelolaan sampah di sana.
Programnya, Pemerintah Kota, koperasi tani melalui mekanisme subsidi silang, serta beberapa perusahaan peer-to-peer lending menjadi pembiaya para petani.
Baca juga : QNET Menangkan Berbagai Penghargaan Internasional
Adalah kewajiban pemerintah untuk mengelola sampah sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat.
Nah, yang dilakukan di Serang dan Pariaman, bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain. Ada juga kerjasama dengan perusahaan. Beberapa pabrik di Kabupaten Subang mengolah sampahnya menjadi ramah lingkungan.
Di Kabupaten Bogor, didirikan private site, yang menampung sampah dari sejumlah hotel dan diolah. Kini jadi circular economy hub, bagi komunitas di sekitarnya.
Baca juga : Dorong Perdagangan Internasional, Mandiri Terus Kembangkan Layanan Trade Finance
Bagi perusahaan, mengelola sampah jadi ramah lingkungan mungkin terasa lebih mahal dibanding sekedar membuang begitu saja.
Tapi, green financing saat ini telah menjadi standar investor global, sehingga bisa menjawab consumer behaviour yang makin kritis terhadap kebijakan pro lingkungan dan business process di perusahaan.
Ke depan, Sampangan punya mimpi menerapkan teknologi ini di pulau-pulau kecil Indonesia. Sampah-sampah tidak lagi dibuang ke laut dan mencemari daratan.
Baca juga : Dipanggil KPK, 2 Pejabat Aceh Diam-diam Pergi Ke Ibu Kota
Pulau-pulau itu harus yakin bisa zero-waste, apalagi jika tak ada fasilitas pengangkutan sampah ke pulau utama. Negara yang berasal dari Amerika Latin malah mulai tertarik dengan ide ini.
Untuk mencapai impian ini, Sampangan berupaya membangun sebanyak mungkin instalasi di berbagai wilayah. Saat ini, di situs webnya, instalasi Sampangan berjumlah 18 dan berada di tujuh provinsi. Yaitu Aceh, Sumatera Utara (Medan), Riau, Lampung, Banten, Jawa Barat (Bogor) dan Bali.
Hal lain, karena ini teknologi baru, Sampangan sedang melakukan sertifikasi, baik internasional maupun lokal agar memenuhi standar dan membuktikan kehandalannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya