Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Masak masih ada yang mengatakan Jokowi ‘kodok’-lah. Orang itu benar-benar tidak punya moral,” sesal Mega.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menilai wajar Megawati sampai menangis saat bicara Jokowi. Dia mengakui, saat ini demokrasi Indonesia belakangan ini memang mulai jauh dari budaya ketimuran yang menjunjung tinggi adab dan etika moral.
Baca juga : Pengawasan Melekat Bansos
“Paling tidak dengan pidato ibu Mega ini menjadi pelajaran buat kita semua. Anda boleh mengkritik, tapi sebagai orang yang memegang adab ketimuran yang punya adab supaya menyampaikan pesan dengan baik. Sehingga bisa diterima dengan baik,” pesan Ngabalin ketika berbincang dengan Rakyat Merdeka tadi malam.
“Kritik itu kan membangun, bukan menghujat, bukan dengan julukan yang tidak layak. Itu penting banget,” sambungnya.
Baca juga : Meredam Kebangkitan Virus
Sekadar info. Sejak awal menjadi Presien RI, Jokowi tak pernah sepi dari hujatan dan dijuluki macam-macam. Mulai dari kodok, klemar-klemer, plonga-plongo, pinokio, kerempeng, bapak bipang hingga bebek lumpuh.
Bahkan dalam sebuah acara, Jokowi pernah menceritakan hal itu. Dia masih ingat betul sama julukan-julukan yang diarahkan ke dirinya itu. Termasuk julukan yang diberikan oleh para mahasiwa yakni The King of Lip Service.
Baca juga : Mengenang Enny Sri Hartati
Eks Gubernur DKI itu mengaku tidak masalah dengan hinaan atau julukan-julukan itu. Sebagai bentuk ekspresi di alam demokrasi. Tapi ia juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki budaya tata krama dan sopan santun dalam berekspresi.
“Ingat kita ini memiliki budaya tata krama, memiliki budaya kesopansantunan,” pesan mantan Wali Kota Solo itu akhir Juni lalu. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.