Dewan Pers

Dark/Light Mode

Disebut King Of Penjilat

Ngabalin Tak Marah

Senin, 23 Agustus 2021 07:55 WIB
Mural mirip Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. (Foto: Twitter @ferizandra)
Mural mirip Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin. (Foto: Twitter @ferizandra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin ikut kena kritik lewat mural pinggir jalan. Bahkan di dunia maya, Ngabalin disebut sebagai King of Penjilat. Mendapat sindiran itu, ternyata Ngabalin nggak marah.

Setelah mural “Jokowi: 404 Not Found” yang ada di wilayah Tangerang reda, muncul mural serupa. Kali ini yang jadi sasaran adalah Ngabalin. Wajah Ngabalin dilukis pada tembok di pinggir jalan dengan tulisan ‘504 Error’ menutupi bagian matanya. Lokasinya diduga berada di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Dengan cepat, mural ini ikut dibagikan di media sosial seperti Twitter. Bahkan kata kunci Ngabalin sempat menjadi trending topic di Twitter. Mayoritas isinya merupakan kritik dan ledekan kepada Ngabalin.

Berita Terkait : KPK Tetap Akan Pecat 56 Pegawai Yang Tak Lolos TWK

Apa tanggapan Ngabalin? “Kau mau bikin saya punya muka model apa pun saya tidak khawatir. Saya sudah tahu itu. Saya tidak tersinggung, saya juga tidak marah,” jawab Ngabalin, kepada wartawan, kemarin.

Ngabalin mengklaim, dirinya sudah tahu siapa pihak yang sengaja membuat mural menyerang dirinya. Kata dia, lokasinya ada di 3 tempat, yakni Bogor, Malang dan Tangerang.

“Di Bogor mereka ada tulis. Di Malang juga ada. Tapi tidak apa-apa, saya tidak khawatir. Dia mau fitnah, mau caci maki, mau hujat apa pun, waktu saya sudah saya siapkan untuk bangsa dan negara dan agama,” katanya.

Berita Terkait : Jelang Liga 1, Persela Lamongan Andalkan Ivan Carlos

Eks politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini menyebut, mural ‘Ngabalin 504 Error’ ini bagian dari risiko perjuangannya. Dirinya mengklaim, selama ini cukup keras dalam membela negara dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya intoleransi dan paham radikal.

“Islam masuk di sini dengan damai, dengan cara-cara yang menggunakan sistem dan cara budaya untuk mengembangkan agama,” kata Ngabalin.

Pria kelahiran Papua ini menuturkan, selain mural “Ngabalin 504 Error”, ada lagi julukan yang kerap dilontarkan kepada dirinya. “Ada sekarang juga mereka membuat meme, kemudian membuat lidah saya yang panjang. Katanya king of penjilat,” tutur Ngabalin.

Berita Terkait : Anies: DKI Nggak Pernah Ngakalin Data Kematian

Dia melanjutkan, kalau dirinya disebut menjilat, maka itu untuk bangsa dan negara. “Saya menjilat untuk menyelamatkan generasiku,” akunya.

Sikap Ngablin yang tidak kecewa disebut King of Penjilat ditanggapi beragam warga dunia maya. Ada yang mendukung, tapi banyak juga yang mengkritik dan meledek politisi yang akrab dengan sorban itu.
 Selanjutnya