Dark/Light Mode

Video Pertemuan 9 Ketum Parpol Dan Presiden Dirilis Istana Kemarin

Semua Memuji Semua Bangga

Minggu, 29 Agustus 2021 08:15 WIB
Presiden Jokowi bertemu dengan para pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/08/2021). (Foto: Biro Pers)
Presiden Jokowi bertemu dengan para pimpinan partai politik koalisi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/08/2021). (Foto: Biro Pers)

 Sebelumnya 
Pidato Muhaimin lalu dilanjutkan Surya Paloh. Bos Media Group ini pidato dengan gayanya yang khas. Suara tinggi dan tangan bergerak ke sana ke mari memberikan penekanan. Kata dia, isi pembicaraan sebelumnya mempunyai satu benang merah yang sama. Yaitu sepakat mengapresiasi kerja keras pemerintah.

“Saya pribadi dan tentu bagi seluruh keluarga besar partai yang saya awaki, berbangga hati atas seluruh jerih payah, kerja keras yang telah dilaksanakan Presiden Jokowi beserta seluruh jajaran kabinet dalam penanggulangan Covid-19,” kata Paloh. “Saya memahami, betapa masalah ini bukan masalah sederhana dan mudah,” ujarnya.

Sementata itu, Suharso banyak bicara soal teknis. Tapi intinya dia bilang, pemerintah sudah dalam jalur yang benar. “Tidak ada negara manapun yang mempunyai resep yang benar. Yang penting adalah prosesnya benar. Kita sudah dinilai prosesnya benar,” ujarnya.

Baca juga : Hasto: Pertemuan Ketum Parpol Dengan Jokowi, Bukti Nyata Semangat Gotong Royong

Terakhir sambutan dari Zulkifli Hasan. Ini pertama kalinya Zulkifli bicara di hadapan Jokowi dan koalisinya. Isinya pun berupa pujian.

“Apa yang disampaikan Bapak Presiden tadi, itu sudah excellence, Pak. Kata kuncinya Indonesia itu ya gotong royong. Termasuk omnibus law kan itu sudah memudahkan,” kata Zulkifli, memberi kode. Eks Ketua MPR ini bicara pendek saja. “Saya, karena baru pertama, nggak boleh banyak-banyak, Pak. Bicaranya sedikit saja, semoga manfaat,” kata Zulkifli.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai video yang diunggah Istana tidak membuka keseluruhan isi pertemuan. Video itu hanya menampilkan sekelebat isi pertemuan. Dan yang ditampilkan adalah hal yang normatif. Dia yakin banyak hal yang sengaja tak diungkap dalam pertemuan itu.

Baca juga : Gubernur-Wagub Kepri Harus Baca UU Pemda

Kata dia, pertemuan ini menggambarkan ada persoalan serius dan sensitif yang sedang di hadapi Jokowi, terutama terkait 2024. Menurut dia, isu yang sangat mungkin dibahas adalah hal yang sebelumnya mencuat yaitu soal amendemen, dan sangat mungkin terkait jabatan presiden tiga periode.

Isu lain bisa saja acara penambahan masa tugas presiden dan DPR selama dua tahun. Sebab, sebelumnya sempat muncul wacana bahwa pemilu diundur dari 2024 menjadi 2027. Menurut Adi, Jokowi tampaknya membutuhkan dukungan politik sehingga harus mempertemukan elite-elite parpol koalisi.

“Jadi memang arahnya itu ke sana, hal-hal yang serius soal politik. Kalau cuma pandemi, recovery ekonomi, selesai sudah pada level menteri. Enggak butuh dukungan parlemen. Tapi kalau bicara amendemen, pemilu dimundurkan, ya butuh dukungan partai,” kata Adi, tadi malam. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.