Dark/Light Mode

Ada Varian Baru Yang Lebih Berbahaya

WHO Tidak Asbun

Senin, 30 Agustus 2021 07:45 WIB
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keganasan Covid-19 varian Delta yang bikin banyak negara porak-poranda, ternyata masih belum seberapa. Ke depan, ada lagi varian baru yang diprediksi jauh lebih berbahaya dari Delta. Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah memperingatkan soal varian baru ini. Benar atau tidak, tentunya WHO tidak mungkin asbun alias asal bunyi.

Sejak menyerang umat manusia di berbagai belahan dunia, Covid-19 diketahui sudah berkali-kali bermutasi dan membentuk varian baru. Namun, mutasi yang paling terkenal yakni Alfa, Beta, Delta, Eta dan Kappa.

Dari semua varian yang ada, Delta yang sejauh ini dianggap paling ganas. Indonesia juga tidak luput dari serangan varian ini. Akibatnya, kasus aktif secara nasional melonjak tajam dari sebelum Delta menyerang. Keganasan Delta ini juga yang jadi biang kerok tingginya angka kematian di Tanah Air.

Berita Terkait : Varian Baru, Mesin Kecemasan Baru

Hingga 27 Agustus kemarin, tercatat ada 2.196 kasus Covid-19 di Tanah Air berasal dari varian Delta. Data ini dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Penemuan varian baru ini diketahui lewat pengetesan sampel dari testing Whole Genome Sequencing (WGS).

Kasus Covid-19 dari varian Delta paling banyak ditemukan di DKI Jakarta sebanyak 718 kasus. Lalu, Jawa Barat 322, Kalimantan Timur 297, Jawa Tengah 191, Nusa Tenggara Timur 102, Sumatera Barat 75, Sumatera Utara 73, Nusa Tenggara Barat 45, Maluku 39, dan Riau 30.

Sebanyak 28 kasus varian Delta juga ditemukan di Kalimantan Barat, 27 di Kepulauan Bangka Belitung, Bali 26, Banten 22, DI Yogyakarta 20, Jawa Timur 20, Sulawesi Tengah 20, Sulawesi Tenggara 20, Aceh 18, Kalimantan Selatan 17, Kalimantan Utara 16, Sulawesi Selatan 14, Papua 12, Papua Barat 12, Sumatera Selatan 9, Sulawesi Utara 8, Lampung 4, Bengkulu 3, Kalimantan Tengah 3, Kepulauan Riau 3, Gorontalo 1, dan Jambi 1.

Berita Terkait : Amit-amit Deh Kalau Kita Sampai Kaya Gini

Selain varian Delta, Kemenkes juga melaporkan ada kasus dari varian yang lain seperti Alfa dan Beta. Namun, jumlah yang terpapar dua varian itu, tidak sebanyak dari Delta.

Tak hanya Indonesia, negara-negara lain juga babak belur dihajar Delta. Mulai dari India, Amerika Serikat, negara-negara di Eropa hingga ke Asia. Semua negara yang diserang Delta, angka kasus positif langsung melonjak tajam. Meskipun tingkat vaksinasi di negara tersebut sudah relatif tinggi.

Kini, di saat banyak negara masih berjuang menjinakkan Covid-19 dari varian Delta, dunia sudah dihebohkan lagi dengan varian baru. Namun, kemunculannya diperkirakan baru meledak di tahun depan. Tak heran, untuk sementara, varian baru ini disebut Covid-22. Diprediksi lebih ganas dari Delta.

Berita Terkait : Luhut Ingin Kita Super Waspada

Orang yang pertama meramalkan Covid-22 ini adalah profesor Imunologi Sai Reddy. Dia adalah peneliti utama dari Laboratorium Sistem dan Imunologi Sintetis Universitas ETH, Zurich. “Covid-22 bisa lebih buruk dari apa yang kita saksikan sekarang,” kata Reddy, dikutip The Sun, Selasa (23/8) lalu.
 Selanjutnya