Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi Dorong Sektor Konsumsi Ke Produksi

ISEI Punya 4 Jurus Pulihkan Ekonomi

Rabu, 1 September 2021 06:30 WIB
Presiden Jokowi dalam Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXI dan Seminar Nasional 2021 yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa (31/8). (Foto: rm.id).
Presiden Jokowi dalam Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXI dan Seminar Nasional 2021 yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa (31/8). (Foto: rm.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengajak seluruh pihak memanfaatkan momentum pandemi Covid-19 untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Salah satunya, mengubah ketergantungan ekonomi dari sektor konsumsi ke sektor produksi.

Jokowi mengakui, saat ini pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan motor penggerak perekonomian sebelum terjadi kri­sis. Karena itu, pemerintah harus melihat peluang lainnya untuk terus mendorong perekonomian.

“Kita harus mampu mengubah ketergantungan pertumbuhan ekonomi dari sektor konsumsi di­transformasikan ke sektor produk­si,” ujar Jokowi dalam Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XXI dan Seminar Nasional 2021 yang digelar secara virtual di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Jokowi Minta ISEI Tetap Aktif Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi

Jokowi mencontohkan, trans­formasi di sektor industri telah dilakukan dengan hilirisasi ko­moditas nikel yang akan diolah menjadi komoditas jadi bernilai tambah. Seperti baterai litium.

“Semua komoditas yang ada di­dorong untuk hilirisasi dan indus­trialisasi. Misalnya, nikel dalam 3 tahun sampai 4 tahun akan berubah menjadi barang jadi, lithium baterai, baterai listrik, baterai mobil listrik,” ucap Jokowi.

Selain nikel, eks Wali Kota Solo itu juga meminta hiliri­sasi komoditas tambang seperti bauksit dan komoditas perkebu­nan. Seperti kelapa sawit, harus diolah untuk menghasilkan barang bernilai tambah.

Berita Terkait : Tinjau Pabrik Gula, Kemenperin: Sektor Kritikal Berperan Penting Pulihkan Ekonomi

Selain itu, Jokowi juga men­dorong percepatan transformasi di sektor pertanian yang menyentuh aspek hulu hingga hilir. Produksi komoditas pertanian harus diversifikasi, serta kelem­bagaan petani dengan model klaster, juga harus diperkuat.

Menurutnya, badan usaha milik petani, koperasi dan Ba­dan Usaha Milik Desa (BUMD) harus selalu dikembangkan.

“Nilai tambah komoditas perta­nian pascapanen harus ditingkat­kan, serta aspek pemasaran diper­luas dengan menjalin kemitraan dengan industri,” ujar Jokowi.

Berita Terkait : ACT Dukung Penuh Gernas MUI Tangani Covid-19 Dan Pulihkan Ekonomi

Selain itu, untuk meningkat­kan perekonomian, dia juga menekankan pemerintah kon­sisten melakukan transformasi struktural.

Ini untuk menciptakan iklim investasi yang semakin me­narik dan lebih mudah melalui Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020.
 Selanjutnya