Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ini 3 Peran ISEI Dalam Percepatan Pemulihan Ekonomi

Selasa, 27 Juli 2021 18:22 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo. (Foto: ist)
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) memiliki tiga peran penting dalam mendukung akselerasi pemulihan ekonomi di era digital. Khususnya dalam  mengantisipasi kompleksitas model bisnis serta risiko ekonomi dan keuangan di era digital. 

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, yang juga Ketua Bidang II Kajian dan Perumusan Kebijakan Pengurus Pusat ISEI, dalam pembukaan webinar publik BI–ISEI Jawa dengan tema “Digitalisasi, Inklusi Keuangan, dan Pemulihan Ekonomi” yang diselenggarakan pada hari ini, Selasa (27/7). 

Tiga peran yang dimaksudkan adalah: pertama, memahami perkembangan isu terkini, serta berbagai inisiatif yang ditempuh otoritas secara global.

Berita Terkait : Ini Langkah BNI Percepat Salurkan Bansos PKH Dan Sembako Di Masa Pandemi

Kedua, memberikan dukungan terhadap penguatan regulatory reform di era digital yang berfokus pada simplifikasi proses perijinan dan kerja sama antar pelaku industri yang lebih dinamis.

Kemudian, restrukturisasi industri sistem pembayaran untuk memastikan terjaganya kepentingan nasional dan playing field yang seimbang, dan pengawasan yang terintegrasi. 

Ketiga, lanjut Doddy, bersama-sama memanfaatkan potensi digital melalui dukungan layanan finansial untuk meningkatkan intermediasi dari jasa keuangan ke sektor potensial. Termasuk pemasaran produk-produk UMKM kepada pasar global.

Berita Terkait : Dirjen Kemenkumham Anggap Perubahan Statuta UI Hanya Persoalan Politik

Deputi IV Kemenko Perekonomian Rudy Salahudin mengatakan, pandemi telah mengubah perilaku  konsumen menjadi less contact economy, lebih banyak melakukan aktivitas di rumah, serta belanja secara daring. 

Selama periode pandemi transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh tinggi. Hal itu dipengaruhi beberapa faktor antara lain meningkatnya akseptansi dan preferensi masyarakat berbelanja daring, perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital, dan akselerasi perbankan digital. 

Hal ini sekaligus melanjutkan perkembangan positif sesuai perkiraan beberapa lembaga assessor terkemuka terhadap potensi transaksi digital Indonesia yang mampu tumbuh hingga dua digit setiap tahunnya, atau menyentuh 124 miliar dolar AS di 2025 mendatang. Salah satu yg tertinggi di antara negara-negara yang sekelas.

Berita Terkait : BSU Cegah PHK, Dongkrak Daya Tahan Ekonomi

Penyelenggaraan webinar publik BI-ISEI Jawa merupakan rangkaian kegiatan menuju Kongres ISEI XXI Agustus 2021 di Makassar. Adapun tujuan dari penyelenggaraan webinar, yaitu memberikan informasi pada masyarakat tantangan pemulihan ekonomi, dan pentingnya digitalisasi dalam ekonomi dan bisnis untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi.

Kemudian, meningkatkan pemahaman atas inisiatif inklusi keuangan, sebagai cara untuk meningkatkan akses pada Lembaga keuangan formal untuk meningkatkan kesejahteraan. Lalu memberikan informasi bentuk-bentuk digitalisasi di bidang keuangan dan UMKM, yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Dan terakhir memberikan informasi pelaksanaan kongres ISEI, yang menjadi ajang refleksi peran organisasi ISEI pada kemajuan perekonomian di Indonesia. [DWI]