Dark/Light Mode

Cek Vaksinasi Santri Dan Door To Door BIN Di Cirebon-Kuningan

Jokowi: Corona RI Membaik

Rabu, 1 September 2021 08:05 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan meninjau langsung program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat dari pintu ke pintu (door to door) dan vaksinasi untuk pelajar, di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (31/8/2021). (FotoL: Humas BIN)
Presiden Joko Widodo bersama Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan meninjau langsung program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat dari pintu ke pintu (door to door) dan vaksinasi untuk pelajar, di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (31/8/2021). (FotoL: Humas BIN)

 Sebelumnya 
Setelah itu, Jokowi beranjak ke SMAN 1 Beber, Cirebon, untuk mengecek vaksinasi pelajar. Kemudian, Jokowi langsung berangkat ke Kampung Tonjong, Desa Sangkanhurip, Cigandamekar, Kuningan, untuk meninjau vaksinasi door to door.

Selanjutnya, Jokowi mengecek vaksinasi pelajar di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Kramatmulya, Kuningan. Di sana, Jokowi juga meninjau pelaksanaan vaksinasi pelajar di beberapa provinsi lainnya secara virtual dan berinteraksi dengan para santri.

Baca juga : Tinjau Vaksinasi Di Cirebon Dan Kuningan, Jokowi Puji BIN

Salah satu lokasi vaksinasi pelajar yang dicek Jokowi secara daring yakni di Pondok Pesantren Al Mas’udiyah, Semarang, Jawa Tengah. Jokowi dan santri sempat menggelar dialog. Seorang santri bernama Muhammad Alvin bertanya kepada Jokowi. “Kapan ya, seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi para santri dan para pelajar dapat tervaksinasi semuanya, Pak. Sehingga kita semua dapat melaksanakan proses pembelajaran seperti dahulu kala sebelum adanya Covid,” tanya Alvin.

Menjawab pertanyaan Alvin, Jokowi menjelaskan, tak hanya Indonesia, namun ada 221 negara di dunia yang terkena gelombang Covid-19.

Baca juga : Jokowi Tinjau Vaksinasi Dan Resmikan Bendungan

“Semuanya juga lakukan yang namanya vaksin. Antar negara rebutan vaksin. Padahal yang memproduksi vaksin hanya satu, dua, tiga, empat, lima, enam negara. Tidak smua negara memproduksi vaksin,” ungkap Jokowi.

Semua negara, tambah Jokowi, belum tentu mendapatkan vaksin meskipun memiliki anggaran. Jokowi juga menguraikan, sejauh ini Indonesia sudah mendapatkan 160 juta dosis vaksin.

Baca juga : Sekolah Tatap Muka Tunggu Corona Jinak

Tetapi, itu masih jauh dari mencukupi, karena kebutuhannya kurang lebih 428 juta dosis vaksin.

“Sudah ada komitmen dari industri dan pabrik vaksin, tetapi juga masih rebutan dengan negara-negara lain. Ini beli lho ya,” jelas Jokowi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.