Click Here

Dark/Light Mode

Dukung Wong Cilik, Sahabat Ganjar Borong Produk UMKM Di 51 Kota

Sabtu, 11 September 2021 16:45 WIB
Warung UMKM yang diborong Sahabat Ganjar. (Foto: Sahabat Ganjar)
Warung UMKM yang diborong Sahabat Ganjar. (Foto: Sahabat Ganjar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sahabat Ganjar membuat gebrakan dengan mengadakan aksi borong dagangan UMKM, Sabtu (11/9). Aksi tersebut dilakukan serentak di 51 kota di Indonesia dengan memborong dagangan pedagang bakso, mie ayam, warteg, dan produk UMKM lainnya.

Makanan yang dibeli kemudian dibagikan kepada ke warga tak mampu serta masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pedagang. Aksi tersebut diberi nama Larisin Modalin Usaha Mikro Se-Indonesia di 51 lokasi yang tersebar di Indonesia.

Menurut Ketua Umum Sahabat Ganjar, Lenny Handayani, saat ini pedagang kecil seperti penjual bakso, mie ayam dan warteg atau warung nasi yang menggunakan gerobak masih sulit mendapatkan akses kredit dari bank untuk meningkatkan usahanya. Apalagi ditambah situasi pandemi Covid-19 yang masih dihadapi menjadikan mereka kesulitan untuk meraih pendapatan secara normal.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, yang didukung Sahabat Ganjar untuk maju di Pilpres 2024, memiliki program untuk mendukung UMKM. Aksi Sabahat Ganjar ini selaras dengan Ganjar.

“Sasaran dari aksi Larisin Modalin adalah para pedagang bakso, pedagang mie ayam, pedagang nasi warteg yang masuk dalam usaha mikro, termasuk pedagang kecil yang berkeliling menggunakan gerobak atau berjualan di lapak kaki lima, di 51 kota di Indonesia,” papar Lenny Handayani, Sabtu (11/9). 

Ke-51 kota di 34 provinsi tersebut adalah Aceh (DI Aceh), Medan (Sumatera Utara), Bukittinggi (Sumatera Barat), Pekanbaru (Riau), Batam (Kepulauan Riau), Kota Baru (Jambi), Argamakmur (Bengkulu), Palembang (Sumatera Selatan), Belitung (Bangka Belitung), Kota Lampung (Lampung), Serang (Banten), Kuningan, Sukabumi, Cianjur, Karawang, Bandung, Cirebon, Bogor Kota, dan Bekasi (Jawa Barat).

Lalu, Semarang, Kedu, Banyumas, Solo, Pekalongan (Jawa Tengah), Kota Yogyakarta (DI Yogyakarta), Surabaya, Mojokerto, Bojonegoro, Malang (Jawa Timur), Denpasar (Bali), Praya (Nusa Tenggara Barat), Sabu Raijua, Manggarai (Nusa Tenggara Timur), Kubu Raya (Kalimantan Barat), Banjarmasin, Kotabaru (Kalimantan Selatan), Tarakan (Kalimantan Utara), Palangkaraya (Kalimantan Tengah).

Selanjutnya, Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Manado, Bitung (Sulawesi Utara), Polewali Mandar (Sulawesi Barat), Makassar (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), Gorontalo (Gorontalo), Tobelo (Maluku Utara), Ambon (Maluku), Manokwari (Papua Barat), Jayapura (Papua), dan Jakarta.

Di masing-masing kota tersebut Sabahat Ganjar memborong makanan produk UMKM yang menjadi ciri khas daerahnya. Seperti di Jakarta memborong bakso, mie ayam, warteg. Di Aceh memborong mie Aceh, kemudian di Papua memborong papeda. Selain itu, di Semarang memborong soto ayam, dan Jogja memborong pedagang asongan atau sate lemak.

Menurut Sekjen Relawan Sahabat Ganjar, Aloysius Jaka, hal itu sesuai dengan komitmen Ganjar yang konsisten terus berupaya membantu pengembangan produk usaha UMKM. "Seperti diketahui, Pak Ganjar kerap mempromosikan pengusaha UMKM di akun media sosial miliknya,“ ungkapnya.

Kegiatan ini juga untuk membuktikan bahwa Sahabat Ganjar bukan hanya melakukan deklarasi dukungan semata. Namun memberikan aksi nyata yang terkait langsung dengan wong cilik. “Diharapkan kegiatan ini memberi kesan positif kepada masyarakat Indonesia bahwa Sahabat Ganjar selalu melakukan aksi nyata bukan hanya sekedar aksi deklarasi dukungan semata,“ pungkas Lenny. [USU]