Dark/Light Mode

Kapolri Minta Forkopimda Malang Raya Pertahankan Angka Isoter dan Akselerasi Vaksinasi

Sabtu, 11 September 2021 18:49 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo saat memberikan arahan dalam rapat Forkopimda wilayah Malang Raya, Jawa Timur, Sabtu (11/9). (Foto: Divhumas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Purnomo saat memberikan arahan dalam rapat Forkopimda wilayah Malang Raya, Jawa Timur, Sabtu (11/9). (Foto: Divhumas Polri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan apresiasi kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, Jawa Timur (Jatim), yang telah bekerja keras untuk mensosialisasikan penggunaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) kepada masyarakat, sekaligus menurunkan laju pertumbuhan Covid-19.

Hal itu dikatakan Sigit saat memimpin rapat bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dengan Forkopimda wilayah Malang Raya, Jawa Timur, Sabtu (11/9).

Menurut Sigit, Forkopimda Malang Raya harus mampu mempertahankan tren positif tingginya angka isoter dan terus mengoptimalkan akselerasi vaksinasi demi mempercepat target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Berita Terkait : Vaksinasi Di NTB Dikebut

"Apresiasi kerja keras seluruh Forkopimda wilayah Malang Raya atas upaya menggeser pasien isoman ke lokasi isoter melalui kegiatan 'Covid Hunter'. Hal ini perlu direplikasi ke wilayah lain untuk mengurangi tingkat fatalitas," tutur Sigit.

Sigit memaparkan, tingkat bed occupancy rate alias BOR di Jawa Timur sebesar 15 persen. Angka itu ebih rendah dari batas Badan Kesehatan Dunia alias WHO sebesar 60 persen dan BOR nasional 16 persen.

Sedangkan untuk wilayah Malang Raya, tingkat BOR sebesar 16 persen. Tingkat BOR di Kabupaten Malang di atas BOR Nasional sebesar 24 persen. Karena itu, Sigit menyebut, wilayah itu perlu meningkatkan konversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19.

Berita Terkait : Kapolri: Penurunan Level PPKM Di NTB Harus Diimbangi Prokes Ketat!

Mantan Kapolda Banten ini menekankan, menurunnya laju pertumbuhan kasus harian akan diiringi dengan pelonggaran aktivitas masyarakat, untuk menggerakkan roda perekonomian.

Tapi, diingatkan mantan Kapolda Banten itu, jika tak diiringi dengan pengawasan protokol kesehatan (prokes) yang ketat, akan ada potensi lonjakan kasus Covid-19.

Karena itulah, Sigit mengimbau Forkopimda untuk tetap melakukan penegakan prokes di setiap lokasi aktivitas masyarakat.
 Selanjutnya