Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Tinjau Vaksinasi Akpol 97
Kapolri: Pertumbuhan Ekonomi Diiringi Strategi Pengendalian Covid-19
Senin, 20 September 2021 14:17 WIB
Sebelumnya
Menurutnya, ini merupakan kunci menuju ke kehidupan normal dan mengembalikan ekonomi yang sempat menurun karena situasi Covid-19.
"Bagaimana aktivitas masyarakat dalam rangka mengembalikan pertumbuhan ekonomi tetap bisa terkendali dan angka Covid-19 tidak naik lagi. Ini menjadi tantangan kita dan menjadi kebijakan pemerintah untuk mengatur antara gas dan rem agar seimbang," wanti-wanti Sigit.
Baca juga : Kapolri Harap Target Pemerintah Segera Terwujud
Pada kesempatan tersebut, Kapolri juga menyempatkan menyapa secara virtual pihak Kedubes Malaysia. Ia memantau langsung penanganan virus Corona terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) di Negeri Jiran tersebut.
Terakhir, mantan Kapolda Banten ini berterima kasih terhadap seluruh personel TNI dan Polri, serta petugas Dinkes, yang selama ini bertugas tidak kenal lelah dalam upaya menurunkan angka Covid-19.
Baca juga : BPOM Terbitkan Izin Darurat Untuk Vaksin Janssen Dan Convidecia
Kerja keras mereka berbuah manis dengan angka kasus harian yang bisa ditekan menjadi 2.200 per hari. Bed Occupancy Rate (BOR) RS yang sempat menembus angka 90 persen, saat ini hanya sekitar 12 hingga 15 persen.
Positivity rate Indonesia, kini juga hanya 2,19 persen. Angka ini di bawah standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan 5 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya