Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal PKI Dan 3 Patung Di Kostrad
Dudung Minta Gatot Tabayyun
Selasa, 28 September 2021 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) memastikan patung diorama pahlawan revolusi di Museum Dharma Bakti tidak dipindahkan. Patung diorama tersebut dibongkar atas inisiatif Letnan Jenderal TNI(Purn) Azmyn Yusri Nasution selaku Pangkostrad ke-34 yang menjabat pada tahun 2011 sampai 2012.
Penegasan itu disampaikan Kepala Penerangan Kostrad, Kolonel Inf Haryantana, membantah pernyataan eks Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dalam sebuah webinar berjudul “TNI Vs PKI”, Minggu (26/9). Dalam webinar yang diselenggarakan Korps Alumni Mahasiswa Islam (KAHMI) itu, Gatot awalnya menceritakan sejarah komunisme di Indonesia. Dimulai sejak 1948, 1955 dan puncaknya yang terbesar pada 1965, lewat peristiwa Gerakan 30 September atau G30S/PKI. Ia menyebutkan 7 pahlawan revolusi gugur dalam peristiwa itu. Tidak hanya tentara, tapi juga masyarakat biasa hingga ulama.
“Jenderal TNI Soeharto, saat itu Pangkostrad, dibantu oleh Letjen TNI Sarwo Edhie Wibowo pada saat itu Komandan Resimen Parako, dibantu KKO, para ulama, serta ormas, para pemuda, terutama HMI, serta rakyat, upaya jahat PKI bisa ditumpas habis,” kata Gatot dalam webinar tersebut.
Baca juga : Golkar Ogah Grasa-grusu
Akmil jebolan 1982 ini tidak menampik, saat ini PKI secara organisasi sudah dibubarkan di Indonesia. Ideologi komunis juga, disebutnya, sudah tidak laku di dunia. Tapi, menurutnya, bukan serta-merta komunisme mati.
“Masih adakah komunisme? Jawabannya jelas masih ada,” tegasnya memberikan penekanan.
Bahkan ia menduga komunisme itu sudah menyusup ke TNI. Pasalnya, bukti peristiwa penumpasan komunisme, seperti patung diorama yang berada di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, sudah hilang.
Baca juga : Bakal Sanksi Kader Yang Didukung Nyapres, PDIP Ganjal Ganjar?
Padahal, kata dia, di dalam Museum Kostrad itu ada diaroma Soeharto selaku Pangkostrad, Komandan RPKAD Sarwo Edhie dan Jenderal AH. Nasution serta 7 pahlawan revolusi.
Saat ini, kata dia, diorama di Museum Makostrad yakni patung Soeharto, Sarwo Edhie, dan Nasution beserta 7 pahlawan revolusi sudah hilang. Awalnya, Gatot mengaku tidak percaya patung diorama itu hilang. Kemudian, dia mengutus seseorang untuk mengambil gambar dan video di ruangan tersebut. Ternyata, informasi itu benar, semua patung sudah hilang.
“Maka, saya katakan ini kemungkinan sudah ada penyusupan paham-paham kiri, paham-paham komunis di tubuh TNI,” tuding Gatot.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya