Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal PKI Dan 3 Patung Di Kostrad
Dudung Minta Gatot Tabayyun
Selasa, 28 September 2021 07:50 WIB
Sebelumnya
“Saya ulangi, ini berarti sudah ada penyusupan di dalam tubuh TNI,” ulang Gatot.
Kembali ke Haryantana, dia membantah keras adanya tudingan soal Kostrad sengaja membongkar atau memiliki ide untuk menghilangkan ketiga patung tokoh RI itu. “Tidak benar Kostrad mempunyai ide untuk membongkar patung Pak Harto, Pak Sarwo Edhie, dan Pak Nasution yang ada dalam ruang kerja Pak Harto di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad,” ujar Haryantana dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Haryantana mengatakan, pembuatan patung itu atas ide Letjen Purn Azmyn Yusri Nasution, Pangkostrad periode 2011-2012. AY Nasution datang ke Kostrad pada 26 Agustus 2021 untuk meminta kembali ketiga patung itu.
Baca juga : Golkar Ogah Grasa-grusu
AY Nasution lalu menghadap Pangkostrad Letjen Dudung Abdurahman didampingi IrKostrad. Dalam pertemuan itu, disepakati patung dikembalikan ke AY Nasution.
Dengan begitu, gugur sudah tudingan Kostrad sengaja menghilangkan atau membongkar patung di dalam Musuem Darma Bhakti Kostrad yang menggambarkan salah satu peristiwa penting dalam penumpasan PKI.
“Kostrad tidak pernah membongkar atau menghilangkan patung sejarah (penumpasan G30S/PKI) Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad, tapi pembongkaran patung-patung tersebut murni permintaan Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution sebagai pembuat ide dan untuk ketenangan lahir dan batin,” tutupnya.
Baca juga : Bakal Sanksi Kader Yang Didukung Nyapres, PDIP Ganjal Ganjar?
Panglima Kostrad, Letjen TNI Dudung Abdurachman juga memberikan keterangan. Kata dia, apa yang disampaikan Gatot tidak benar. Apalagi prihal adanya penyusup paham komunis di dalam tubuh TNI.
“Tidak benar tudingan bahwa karena patung diorama itu sudah tidak ada, diindikasikan bahwa AD telah disusupi oleh PKI. Itu tudingan yang keji terhadap kami,” kata Dudung dalam siaran persnya, kemarin.
Menurutnya, Gatot selaku senior dirinya di TNI, terlebih dahulu harusnya melakukan klarifikasi dan bisa menanyakan langsung kepadanya, selaku Panglima Kostrad.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya