Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Soal PKI Dan 3 Patung Di Kostrad
Dudung Minta Gatot Tabayyun
Selasa, 28 September 2021 07:50 WIB
Sebelumnya
“Dalam Islam disebut tabayyun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa,” tegasnya.
Seperti Heryantara, Dudung juga menjelaskan, tiga patung diorama itu memang sebelumnya ada di dalam museum tersebut. Patung tersebut dibuat pada masa Panglima Kostrad Letjen TNI AY Nasution. Namun, patung tersebut telah diambil oleh AY Nasution selaku penggagasnya dengan meminta izin kepada dirinya selaku Panglima Kostrad saat ini.
Dudung mengaku menghargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. “Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” katanya.
Baca juga : Golkar Ogah Grasa-grusu
Jika penarikan tiga patung itu kemudian disimpulkan bahwa TNI melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G30S/PKI tahun 1965, Dudung kembali menegaskan kalau hal itu sama sekali tidak benar. Pasalnya, ia dan Letjen TNI (Purn) AY Nasution mempunyai komitmen yang sama, tidak akan melupakan peristiwa terbunuhnya para jenderal senior TNI AD dan perwira pertama Kapten Piere Tendean dalam peristiwa itu.
Eks Pangdam Jaya ini menambahkan, perihal foto-foto peristiwa serta barang-barang milik Soeharto saat peristiwa 1965 itu masih tersimpan dengan baik di museum tersebut. Hal ini sebagai pembelajaran agar bangsa ini tidak melupakan peristiwa pemberontakan PKI dan terbunuhnya pimpinan TNI AD serta Kapten Piere Tendean.
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menilai, pernyataan yang disampaikan Gatot sebagai nasehat dari seorang senior. Tujuannya, agar seluruh prajurit TNI waspada, agar sejarah hitam masa lalu tidak terulang.
Baca juga : Bakal Sanksi Kader Yang Didukung Nyapres, PDIP Ganjal Ganjar?
Ia memastikan pengawasan dilakukan secara insentif di internal TNI. Untuk mengantisipasi masuknya ideologi radikal kiri, radikal kanan maupun ideologi radikal lainnya. Hadi juga mengaku tidak mau berpolemik dengan hal-hal yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.
“Tidak bisa suatu pernyataan didasarkan hanya kepada keberadaan patung di suatu tempat,” ujar Hadi kepada detik.com, kemarin.
Lagi pula, latar belakang pembongkaran patung tokoh TNI di Museum Kostrad itu sudah juga diklarifikasi oleh institusi terkait, yakni Kostrad. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya