Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Kucurkan PEN Rp 61 Triliun

Usaha Wong Cilik Bangkit

Rabu, 6 Oktober 2021 06:40 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto alam webinar bertajuk Semangat dan Aksi Perempuan Andalan untuk Indonesia, (5/10). (Foto: ekon.go.id).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto alam webinar bertajuk Semangat dan Aksi Perempuan Andalan untuk Indonesia, (5/10). (Foto: ekon.go.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Tak mau berlama-lama terpuruk, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mulai bergeliat. Bangkitnya usaha wong cilik ini dipengaruhi oleh kemampuan mengadopsi digital dalam bisnis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto mengungkapkan, 84 persen UMKM saat ini sudah kembali beraktivitas.

“Digitalisasi menjadi kunci bagi UMKM bangkit. Saat ini, 54 persen UMKM sudah mengakses internet,” kata Air­langga dalam webinar bertajuk Semangat dan Aksi Perempuan Andalan untuk Indonesia di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Gus Jazil Minta Pemerintah Lestarikan Tari Topeng Cirebon

Menurutnya, sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang paling terpukul selama pandemi Covid-19. Karena itu, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 95,13 triliun untuk sektor ini mela­lui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2021.

“Realisasi anggaran PEN untuk UMKM Rp 61,62 triliun dengan jumlah debitor 32,72 juta,” ungkap Airlangga.

Eks anggota DPRini men­jelaskan, alokasi anggaran untuk UMKM mencakup pembe­rian subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dan penempatan dana di perbankan untuk perluasan kredit modal kerja.

Berita Terkait : Pemerintah Pastikan PON Papua Digelar Di Zona Aman Covid-19

Anggaran juga dikucurkan untuk program restrukturisasi kredit UMKM, penjaminan kredit, Bantuan Presiden (Ban­pres) produktif usaha mikro, hingga bantuan tunai untuk PKL dan warung.

Bantuan kepada UMKM menjadi langkah penting untuk memulihkan ekonomi. Sebab, sektor itu berkontribusi 60,51 persen terhadap perekonomian atau menyumbang Rp 9.580 triliun terhadap Produk Domes­tik Bruto (PDB).

“UMKM juga menyerap ham­pir 90 persen dari total tena­ga kerja di Indonesia. Jumlah pekerja di sektor ini diperkirakan mencapai 64,2 juta orang. Nilai ekonominya yang besar mem­buat UMKM berpotensi menyerap investasi cukup besar,” jelas Airlangga.

Berita Terkait : Inovasi Pemerintah Jawab Keluhan Warga Soal Aplikasi PeduliLindungi

Dia berharap, UMKM yang melek digital makin meningkat. Pasalnya, 58 persen penduduk Indonesia saat ini sudah melaku­kan transaksi secara digital. Dan nilai ekonominya mencapai Rp 337 triliun.
 Selanjutnya