Dark/Light Mode

Jawab Tuduhan Radikal & Diskriminatif

Anies: Tunjukin, Buktinya Mana!

Jumat, 8 Oktober 2021 08:58 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Twitter @aniesbaswedan)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Twitter @aniesbaswedan)

 Sebelumnya 
Anies yakin, bukti-bukti semua tuduhan itu tidak ada. Sebab, kebijakan yang ia keluarkan adalah kebijakan untuk semua. Bukan untuk satu golongan saja. Teranyar misalnya, ia mengeluarkan kebijakan bantuan operasional tempat ibadah tanpa memandang agama apa pun.
 
"Di Jakarta ini, sekarang ada namanya BOTI, Biaya Operasional Tempat Ibadah. Semua tempat ibadah mendapatkan Rp 1 juta biaya operasional per bulan di seluruh Jakarta," paparnya. 
 
Anies tampaknya berusaha menghilangkan tuduhan tersebut lewat kerja, bukan lewat bantahan. Bulan lalu misalnya, Anies merevitalisasi Gereja Immanuel. Revitalisasi tersebut dilakukan Anies mengingat sejarah gereja yang dibangun sejak zaman Pemerintah Hindia Belanda. Anies pun menetapkan Gereja Immanuel sebagai cagar budaya melalui Keputusan Gubernur (Kepgub) DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993 tentang Penetapan Bangunan-Bangunan Bersejarah di Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Benda Cagar Budaya. 
 
Keputusan tersebut mendapat apresiasi Ketua Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) Endriansah. Dia menilai, keputusan Anies merevitalisasi gereja sangat bijak dan sebagai bukti adanya toleransi. Kebijakan ini juga sekaligus mematahkan tuduhan lawan politik Anies yang menyebutnya intoleran.

Baca juga : Anies: Kalau Salah Jalan, Bisa Celaka

"Singkirkan tuduhan-tuduhan negatif, karena Anies gubernur yang sangat menghargai kebhinekaan," kata Endriansah.
 
Ia menambahkan, awal 2021, Anies menerima penghargaan Harmony Award 2020. Penghargaan tersebut diberikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat peringatan ulang tahun Kementerian Agama. 
 
Pengamat politik Refly Harun menerangkan, memang masih ada kelompok tertentu yang selalu mencurigai Anies sebagai ekstrimis dan radikal. Menurut dia, tuduhan itu muncul sebagai upaya untuk menyingkirkan Anies dari kancah politik nasional. Apalagi sejumlah lembaga survei selalu menempatkan Anies di posisi papan atas. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.