Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Brunei Darussalam turut mengalami lonjakan kasus harian pandemi. Masih merujuk data John Hopkins University, Kamis 7 Oktober lalu, kasus harian Corona di Brunei bertambah 112 kasus. Padahal, sejak awal pandemi, kasus harian di Brunei tak pernah lebih dari 100 per harinya. Terlebih, Senin 4 Oktober, tetangga Pulau Kalimantan itu mengalami lonjakan infeksi harian Corona secara drastis hingga 578 kasus.
Padahal, negara dengan 442.776 penduduk itu sempat dinilai menjadi salah satu yang berhasil mengendalikan pandemi. Sebab sempat mempertahankan nol kasus virus Corona selama beberapa waktu.
Baca juga : Rebut 5 Emas, Riau Juara Umum Anggar
Penularan di Thailand paling ganas. Rabu 6 Oktober lalu, jumlah kasus harian Negeri Gajah Putih itu menjadi yang tertinggi di ASEAN. Tembus 21.066 kasus. Padahal, lima hari sebelumnya Thailand mencatat infeksi harian Covid-19 cuma 9-11 ribu kasus berturut-turut.
Malaysia juga mengalami lonjakan infeksi virus Corona dalam beberapa hari terakhir. Menurut data Worldometer, Negeri Jiran mencatat infeksi Covid-19 harian sebanyak 9.890 kasus pada Kamis 7 Oktober lalu. Jumlah kematian di Malaysia akibat infeksi Covid juga bertambah 132 orang.
Baca juga : Stadion Arena PON XX Terbaik Di Asia Pasifik
Lonjakan kasus ini cukup memprihatinkan pemerintah Malaysia. Bahkan, politikus Malaysia juga pernah membandingkan penanganan Covid-19 di Indonesia pada awal September, ketika angka kasus positif harian Malaysia berkisar di angka belasan ribu.
Sebelum Nikkei, Indonesia sudah lebih dulu mendapat pujian dari dunia internasional. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga ikut memberikan pujian atas keberhasilan Indonesia itu. Selain WHO, John Hopkins University yang terletak di Amerika Serikat itu, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara terbaik dalam menangani kasus Covid karena berhasil menurunkan kasus sebesar 58 persen hanya dalam waktu dua pekan.
Baca juga : Kasus Corona Turun, RI Dicoret Dari Daftar Merah Inggris
Tak hanya masalah Corona, Indonesia juga mendapat penilaian terbaik se-ASEAN dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Hal itu dikemukakan lembaga pengolahan data analytics, data dan advertising (ADA). Pada temuan ADA per September 2021, Indonesia dan Kamboja hampir 90 persen beranjak pulih sejak titik terendahnya pada Agustus akibat varian Delta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya