Dark/Light Mode

Jokowi: Stop Ekspor Bahan Mentah

Kita Jangan Cuma Tukang Gali dan Tangkap Ikan Saja

Kamis, 14 Oktober 2021 06:30 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Peserta PPSA XXIII dan PPRA LXII Tahun 2021 Lemhannas, Rabu (13/10/2021), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Kris).
Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada Peserta PPSA XXIII dan PPRA LXII Tahun 2021 Lemhannas, Rabu (13/10/2021), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Kris).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menekankan pentingnya hilirisasi di dalam negeri. Tujuannya, agar ada nilai tambah untuk Indonesia, bukan malah dinikmati negara lain.

Jokowi mengaku kesal Indo­nesia punya sumber daya alam yang melimpah, tapi nggak mau repot. Ekspornya hanya mau da­lam bentuk bahan mentah.

Berita Terkait : Jokowi: Kita Jangan Cuma Jadi Tukang Gali Dan Tukang Tangkap Ikan

“Nggak bisa lagi kita ekspor raw material yang tidak memiliki nilai tambah. Kita dapat uang dari situ iya, dapat income dari situ iya, tapi nilai tambahnya itu yang kita inginkan,” kata Jokowi saat acara pengarahan kepada peserta Pro­gram Pendidikan Singkat Ang­katan (PPSA) XXIII dan alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII 2021 Lemhannas di Istana Kepresi­denan, Jakarta, kemarin.

Eks Wali Kota Solo ini mencon­tohkan, barang tambang seperti nikel dan bauksit. Tidak boleh lagi diekspor dalam bentuk mentah.

Berita Terkait : Jokowi: Pancasila, Panduan Tantangan Di Setiap Zaman

“Kalau tambang, kita jangan jadi tukang gali saja. Anugerah yang diberikan Allah ke kita luar biasa besarnya. Kalau hanya tukang gali, kita kirim keluar, mereka buat smelter di sana. Kemudian dibuat barang setengah jadi atau jadi, malah kita beli,” tuturnya.

Selain tambang, Jokowi juga bakal menggenjot hilirisasi di sektor perikanan. “Nggak boleh lagi kita jadi tukang tangkap ikan. Harus ada industri pengolahannya di sini,” ucapnya.

Baca Juga : Wanda Nara, Posting Foto Menggoda

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak khawatir larangan ekspor komoditas mentah tersebut digugat hingga ke World Trade Organization (WTO).

Menurut Jokowi, Indonesia harus siap menghadapi gugatan tersebut agar tidak kehilangan kesempatan untuk mengintegrasikan industri besar di dalam negeri.
 Selanjutnya