Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Sebelumnya
Usai memimpin rapat, Ma’ruf meninjau produk pemberdayaan masyarakat industri mikro dan kecil dan menengah (IMKM), yang diupayakan sebagai salah satu cara untuk menekan angka kemiskinan masyarakat. Selain itu, Ma’ruf juga meninjau program penyediaan listrik untuk masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Maluku Tengah.
Usai mengunjungi Maluku, rencananya hari ini Ma’ruf akan bertolak ke Papua Barat. Tujuannya masih sama, mengentaskan kemiskinan ekstrem dan mendengar laporan dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengenai Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 9/2020 tentang percepatan pembagunan Papua dan Papua Barat. Setelah itu, Ma’ruf melanjutkan kunjungan kerja di Jayapura, Papua, sekaligus menutup kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20.
Baca juga : HNW Usul Kebakaran Diakui Sebagai Bencana Non Alam
Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi, angkat bicara mengenai tugas Ma’ruf mengatasi kemiskinan ekstrem. Menurutnya, ada dua pola yang dilakukan Ma’ruf untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Pertama, pendekatan kebutuhan yang sifatnya survival dengan memberikan bansos. “Nggak ada makanan kita kasih makanan,” jelas Masduki saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : DPR Maunya BNPB Diperkuat
Kedua, pemberdayaan dengan mentransfer sejumlah program yang sifatnya tidak hanya bergantung kepada orang lain atau pemerintah untuk dibantu. Tapi juga harus punya kemandirian untuk membangun ekonomi dirinya dan keluarganya.
Pakar kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai, tugas Ma’ruf mengurangi kemiskinan esktrem sangat berat. Ditambah, ada pandemi Corona yang membuat orang banyak kehilangan pendapatan.
Baca juga : PUPR Anggarkan Miliaran Bangun Rusun Mahasiswa Di Serambi Mekkah
“Penanganan kemiskinan di daerah membutuhkan inovasi dan terobosan konkret yang sifatnya berkelanjutan,” tukas Trubus kepada Rakyat Merdeka. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya