Dark/Light Mode

15 Provinsi 0 Kematian

Wabah Punah? Amin Ya Allah

Kamis, 14 Oktober 2021 08:05 WIB
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19 (Foto: Tedy Kroen/RM)
Ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19 (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah kasus positif dan angka kematian Covid-19 terus menurun dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan per hari kemarin misalnya, tak ada kasus kematian akibat Corona di 15 provinsi. Semoga saja ini tanda-tanda wabah Corona akan punah. Amin Ya Allah…

Makin membaiknya penanganan Corona di Tanah Air mulai terasa sejak awal bulan lalu. Di akhir September, kasus positif dalam sepekan rata-rata masih di angka 2.500 per hari. Kini, rata-rata dalam dalam sepekan sudah di angka 1.200 per hari.

Kasus kematian lebih baik lagi. Di akhir September, angkanya masih di atas 150 kasus per hari. Kini, sudah di bawah 100 kasus per hari.

Berita Terkait : Jangan Sampai Lonjakan Kasus Negara Tetangga Menulari Kita

Kemarin, menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ada tambahan kasus sebanyak 1.233 kasus yang diambil dari 261.631 sampel. Ada lima provinsi yang mencatat kasus baru tertinggi yaitu, DKI Jakarta dengan 278 kasus, Jawa Timur 121 kasus, Jawa Tengah 116 kasus, Jawa Barat 93 kasus, dan Sulawesi Selatan 60 kasus. Dengan tambahan tersebut, kasus aktif saat ini berada di angka 20.551 kasus.

Sementara kasus kematian bertambah 48 orang. Kasus kematian tersebut tersebar di 19 provinsi. Sementara 15 provinsi mencatatkan nol kematian. 15 provinsi tersebut adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Satgas Penanganan Covid-19 memaparkan, penurunan kasus ini bukan karena rendahnya angka testing. Tapi, bukti Corona mulai hilang.

Berita Terkait : Menkes Minta Sumbar Genjot Vaksinasi

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, dalam empat minggu berturut-turut, jumlah orang yang diperiksa mencapai 1,2 juta dalam seminggu. Meski angka testing tinggi, jumlah kasus positif yang ditemukan cukup rendah. Pada pekan lalu misalnya, hanya ditemukan 0,71 persen kasus positif dari total orang yang diperiksa.

“Tentunya ini adalah perkembangan yang sangat baik. Dengan tingginya jumlah orang yang diperiksa, maka kasus Covid-19 di Indonesia pun dapat segera terdeteksi dan tidak dibiarkan semakin menular,” kata Wiku.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada penjelasan ilmiah yang bisa menjelaskan penurunan kasus di Indonesia. Penyebabnya karena banyak masyarakat yang sudah mulai kebal dari Corona.

Berita Terkait : 18 Provinsi Catat Nol Kematian Harian, Terbanyak Ada Di Aceh

“Melihat bahwa kasus di Indonesia turun dengan drastis, salah satu penjelasan ilmiahnya adalah karena banyak rakyat Indonesia yang sudah memiliki kekebalan, baik itu dari vaksin ataupun alamiah karena sembuh dari sakit,” kata Menkes.
 Selanjutnya