Dark/Light Mode

Haji Datuk Batuah, Anggota KNIP yang Terlupakan

Senin, 18 Oktober 2021 17:40 WIB
Pengurus harian Djago! Djago! dan Pemandangan Islam. Dari kiri ke kanan: Arif Fadhilah, Natar Zainuddin, Haji Datuk Batuah, dan Djamaluddin Tamim. [Sumber: Direpro oleh Fikrul Hanif dari Dokumentasi Narlis]
Pengurus harian Djago! Djago! dan Pemandangan Islam. Dari kiri ke kanan: Arif Fadhilah, Natar Zainuddin, Haji Datuk Batuah, dan Djamaluddin Tamim. [Sumber: Direpro oleh Fikrul Hanif dari Dokumentasi Narlis]

 Sebelumnya 
Pada Juli 1949, tepatnya pada bulan Ramadhan, tokoh komunis tua kharismatik itu pun menghembuskan nafas terakhirnya, setelah shalat Subuh. Jasadnya dibaringkan di ranah kelahirannya, tepatnya di belakang Kantor Walinagari Koto Laweh.

Ia dimakamkan secara sederhana. Tidak ada satu pun petunjuk yang menegaskan di tanah itu telah berkubur seorang pahlawan perintis kemerdekaan, sekaligus anggota KNIP.

Baca juga : Vaksinasi Jangan Terputus Di Dosis Satu

Bahkan, hampir 72 tahun jasadnya terbaring dan hampir-hampir dilupakan. Bila mempersoalkan keterlibatannya di PKI, adalah tidak wajar dan aneh.

Pada 1920-an Haji Datuk Batuah berjuang untuk Indonesia merdeka lewat Sarekat Rakyat dan tulisan protesnya. Ia pun menolak bergabung dengan PKI Muso di Madiun. Apatah lagi dituduh terlibat G.30.S 1965, karena ia sudah berkalang tanah pada 1949.

Baca juga : Harga Baru Saham BCA Segera Diperdagangkan

Dan, sudah selayaknya bila pemerintah memberi perhatian terhadap jejak-jejak perjuangaan Haji Datuk –yang kini masih bisa dijumpai di Nagari Koto Laweh, yakni rumah kediaman Saadiah (istrinya) dan pandam pekuburan yang terletak di belakang Kantor Wali Nagari Koto Laweh Kabupaten Tanah Datar.

[Fikrul Hanif Sufyan, Pemerhati Sejarah dan Ketua Pusat Data dan Dokumentasi Muhammadiyah Minangkabau (PUSDAKUM) Muhammadiyah Sumatera Barat]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.