Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Konsumsi listrik, penjualan kendaraan bermotor, dan berbagai indeks: keyakinan konsumen, penjualan ritel, dan belanja Bank Mandiri juga menjadi indikator terkait perekonomian nasional. Aktivitas investasi dalam tren positif, ditunjukkan konsumsi semen yang meningkat dan impor besi baja juga tetap positif.
Lantas, bagaimana pandangan ekonom menanggapi penjelasan Menkeu ini? Peneliti Indef, Sugiyono Madelan menilai, defisit Rp 452 triliun itu, sebenarnya berat.
Baca juga : Membaca Tren Kelas Menengah Kaum Santri
“Menkeu mengatakan aman karena punya keyakinan sumber penutup defisit APBN, sekalipun keadaan berat,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, defisit Rp 450 triliun itu sudah tidak aman. Hanya saja, saat ini kondisinya darurat karena pandemi. Idealnya, defisit APBN sekitar 2,5 persen. Yang lebih penting lagi, adalah kemampuan negara untuk tidak gagal bayar utang.
Baca juga : Menpora Jempolin Kerja Keras Jojo Cs Raih Piala Thomas 2020
Sugiyono juga menilai prediksi Menkeu soal pertumbuhan di kuartal III 4,3 persen terlalu berlebihan. Karena hitungannya, hanya berkisar 1,26 persen. Kenapa sangat kecil? Juli dan Agustus, varian Delta mencapai puncaknya di Jawa dan Bali, kemudian di luar Jawa.
“Agak sulit menjelaskan jika pertumbuhan ekonomi kuartal III-diprediksi 4,3 persen,” tukas Sugiyono.
Baca juga : KPK: Sabar, Kami Masih Kumpulkan Bukti-Bukti
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi itu sangat bergantung pada penanganan pandemi. Prediksinya, jika tidak ada gelombang III, pertumbuhan ekonomi di kuartal IV bakal lebih tinggi ketimbang kuartal III. Sehingga sepanjang tahun ini, prediksinya hanya berkisar di angka 3,28 persen. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya