Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Netizen Tanya, Karantina 3 Hari Kecepetan Nggak Ya?

Kamis, 4 November 2021 08:00 WIB
Perubahan aturan karantina dari luar negeri. (Foto: pandemictalks).
Perubahan aturan karantina dari luar negeri. (Foto: pandemictalks).

RM.id  Rakyat Merdeka - Keputusan pemerintah memangkas masa karantina untuk pelaku perjalanan dari luar negeri menjadi 3 hari, banyak disesalkan ne­tizen. Karantina yang sebentar dikhawatirkan tidak efektif mencegah masuknya varian baru Covid-19.

Akun @pandemictalks mengunggah meme yang menginformasikan perubahan aturan karantina dari luar negeri. “Menurut Anda, tiga hari ini kecepatan nggak? memangnya ada dasar ilmiahnya dalam penentuan tiga hari ini,” tanyanya.

Akun @aidelfitri heran dengan peraturan karantina yang selalu berubah-ubah. Padahal, baru sebulan lalu dipangkas menjadi 5 hari, sekarang dipangkas lagi menjadi 3 hari.

Baca juga : Lestari Moerdijat: Tangani Stunting Harus Keroyokan

“Berdasarkan apa ini jadi diturunkannya? Ini bisa jadi varian baru dibawa sama yang berduit yang baru dari luar negeri, yang di sini sengsara lagi,” ujarnya.

Menurut @mitaalvita89, kebijakan pemerintah yang terus berubah-ubah berdampak negatif. Masyarakat cenderung meremehkan Covid-19.

“Bukannya karantina itu minimal dua minggu ya? Sesuai masa inkubasi virus Covid-19? Apa sekarang teknologinya sudah bisa deteksi terinfeksi Covid atau tidak hanya dalam tiga hari ya? Mohon pencerahannya,” tanya @Pringlesori77.

Baca juga : Presiden Tekankan Pentingnya Jurnalis Yang Bijak

Sementara, @aryane_et setuju dengan keputusan pemerintah memangkas waktu karantina. Bahkan, menurut dia, karantina tidak diperlukan karena orang yang datang dari luar negeri sudah divaksin. “Mending nggak usah karantina asal sudah full vaksin,” ujarnya.

Serupa dilontarkan @mutiahadi. Kata dia, banyak warga Indonesia yang tidak bisa pulang karena terbentur aturan karantina 8 hari. Karantina selain menghabiskan durasi jatah cuti, juga menghabiskan biaya karantina hotel.

“Kami sudah nggak pulang 800 hari lho. Padahal sudah full vaksin,” ungkapnya.

Baca juga : Katana, Cara BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan Keluarga

Menurut @ash.bjry, pemangkasan kewajiban karantina hal wajar. Bahkan, banyak negara sudah tidak mewajibkan karantina. Yang penting, mereka yang melakukan perjalanan dari luar negeri sudah vaksin dosis dua.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.