Dark/Light Mode

Catatan Djoko Setijowarno

Analisis Pola Pergerakan Masyarakat Di Masa Nataru 2021/2022

Kamis, 4 November 2021 12:50 WIB
Perbandingan pergerakan masyarakat pada Nataru 2020/2021 dengan Nataru 2021/2022 (Foto: Dok. Kemenhub)
Perbandingan pergerakan masyarakat pada Nataru 2020/2021 dengan Nataru 2021/2022 (Foto: Dok. Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil survei yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan memperlihatkan, 87 persen (setara 231,6 juta) warga tidak akan bepergian untuk melakukan perjalanan antar kota di akhir tahun 2021.

Diperkirakan akan terjadi pergerakan masyarakat pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Sebab, berbagai lokasi wisata rencananya akan dibuka, dan masyarakat semakin percaya diri karena sudah mendapat suntikan vaksin. Pemerintah saat ini memberlakukan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan akan diberlakukan secara berkesinambungan berdasarkan kondisi Covid-19.

Jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 saat ini mengalami penurunan yang cukup berarti. Perekonomian masyarakat sudah mulai kembali bangkit. Berharap, masyarakat tetap waspada dan tidak melakukan perjalanan selama masa liburan Natal dan Tahun Baru 2022 karena belum aman dari ancaman Covid-19.

Baca juga : Kapolri Minta Forkopimda Sumut Antisipasi Potensi Lonjakan Covid-19 Saat Nataru

Potensi pergerakan tertinggi dari karyawan swasta sebesar 27,65 persen, diikuti pelajar/mahasiswa 18,27 persen, pekerja dengan penghasilan harian/tidak tetap 13,16 persen, ibu rumah tangga 9,21 persen, wirausaha/pedagang 9,02 persen, belum dapat pekerjaan 8,9 persen. Asal perjalanan terbesar tetap dari Kawasan Jabodetabek, yakni 34,87 persen. Diikuti Jawa Timur 20,28 persen, Jawa Tengah 20,17 persen, Jawa Barat 16,15 persen, DI Yogyakarta 3,19 persen, Bali 2,2 persen, Banten 1,43 persen. Sisanya 1, 71 persen perjalanan selain 7 daerah itu.

Daerah tujuan perjalanan masih tertinggi ke Jawa Tengah 24,15 persen, Jawa Timur 19,26 persen, Jawa Barat 18.39 persen, Jabodetabek 16,54 persen, DI Yogyakarta 6,89 persen, Bali 3,91 persen, Banten 1,96 persen, Sumatera Utara 1,48 persen, Lampung 1,26 persen. Sisanya 6,16 persen ke daerah lainnya. Tujuan perjalanan, pilihan tertinggi 10 daerah tujuan perjalanan, yaitu Kabupaten Bandung 3,58 persen, Kabupaten Bogor 3,57 persen, Kota Yogyakarta 3,04 persen, Kota Jakarta Selatan 2,26 persen, Kota Bandung 2,08 persen, Kabupaten Malang 1,92 persen, Kota Surakarta 1,92 persen, Kota Denpasar 1,80 persen, Kota Jakarta Timur 1,72 persen dan Kota Jakarta Pusat 1,69 persen.

Alasan melakukan perjalanan terbanyak pulang kampung 30,2 persen, liburan/wisata 24 persen, jenuh dengan rutinitas selama covid-19 sebanyak 17,6 persen, tugas/dinas 15,5 persen, merayakan Natal di kampung halaman 9,6 persen dan tradisi Nataru di luar kota 2,9 persen.

Baca juga : KPK: Pertimbangkan Rasa Keadilan Masyarakat Dan Masukan Penegak Hukum

Moda atau sarana transportasi yang digunakan terbanyak sepeda motor 35,4 persen. Diikuti mobil pribadi 21,7 persen, angkutan umum/bus/angkot 13,5 persen, KA antar kota 8,4 persen, pesawat terbang 7,7 persen, mobil sewa 6,3 persen, mobil travel 3,4 persen, kapal laut 1,2 persen, mobil angkutan sewa khusus (taksi online) 0,8 persen, kereta perkotaan (KRL, MRT, LRT) 0,7 persen, angkutan lainnya 0,5 persen, kapal penyeberangan 0,4 persen dan taksi reguler 0,1 persen.

Dibandingkan pergerakan Nataru tahun 2020/2021, potensi pergerakan Nataru 2021/2022 lebih kecil 13 persen yang diperkirakan akan melakukan perjalanan antar kota. Pada Nataru 2020/2021 berdasarkan hasil survei, potensi tidak melakukan pergerakan 76 persen. Sebanyak 24 persen yang melakukan mobilitas.

Diperkirakan dipengaruhi berbagai sebab. Seperti kondisi saat ini anak-anak sekolah sudah mulai melaksanakan belajar tatap muka, menjadi pertimbangan untuk tidak memilih bepergian. Selain itu para pegawai/pekerja/wiraswasta sudah mulai aktif bekerja mendekati normal, sehingga masyarakat memilih tidak bepergian untuk pulang kampung/liburan pada Natal/Tahun baru yang menghabiskan uang, tetapi lebih memilih memperbaiki perekonomian keluarga yang sempat terpuruk selama masa pengetatan kegiatan dan mobilitas karena berkurangnya pendapatan keluarga.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.