Dark/Light Mode

Pesan Kapolri Saat Lantik Kabaintelkam Dan Kapolda

Sigit: Jangan Padamkan Api Pada Saat Besar

Rabu, 10 November 2021 17:13 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah perwira tinggi (pati) Polri, di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Rabu (10/11). (Foto: Divhumas Polri)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah perwira tinggi (pati) Polri, di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Rabu (10/11). (Foto: Divhumas Polri)

 Sebelumnya 
Tak hanya itu, Sigit juga menyadari dan menyerap aspirasi masyarakat soal adanya anggapan kepolisian baru bergerak cepat jika diviralkan di media sosial. 

Sigit menekankan, stigma masyarakat tersebut harus dihapuskan. Karena, sesuai dengan konsep Presisi, seluruh jajaran polri harus prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

"Jadi tolong ini diperbaiki. Tak harus viral tapi masalah bisa cepat diselesaikan. Terjadi kebuntuan komunikasi sehingga masyarakat menyampaikan keluhan dengan menggunakan medsos," pinta Sigit.

Masih terkait soal keluhan masyarakat, Sigit juga berharap jajarannya benar-benar memanfaatkan sejumlah aplikasi yang telah diluncurkan.

Baca juga : Luhut: Jangan Ada Pikiran Pemerintah Tidak Konsisten

Seperti, layanan Hotline 110, Propam presisi, Dumas Presisi, Binmas Online Sistem (BOS), SKCK online, Pelayanan Masyarakat SPKT, Aduan SPKT, SP2HP online, dan lainnya.

Diingatkannya, banyaknya aplikasi tersebut akan tidak dirasakan masyarakat apabila tidak mendapatkan respon dari aparat kepolisian. Apalagi, Sigit mengaku, masih banyak yang menyampaikan keluhannya secara langsung terhadap dirinya melalui aplikasi pesan tertulis.

"Sampai saat ini masih banyak yang WhatsApp saya melaporkan masalah. Pada saat saya tanya kenapa tidak dilaporkan ke wilayah karena tidak bisa, nomor diblokir," ungkapnya.

Jika memang ada masalah dan kemudian masyarakat perlu ada penjelasan, Sigit meminta jajarannya memberikan penjelasan. Dengan begitu, masyarakat mengerti posisi hukumnya, apakah kasusnya bisa ditindaklanjuti atau tidak bisa.

Baca juga : Hadapi La Nina, Ganjar Siapkan Personel Untuk Siaga Bencana

"Karena ada batasan kewenangan yang dimiliki. Namun kita berusaha menyelesaikan semuanya sehingga rasa keadilan buat masyarakat dapat dirasakan," paparnya.

Sigit juga menyinggung tentang persepsi tentang polisi antikritik. Ia menyebut, persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan. Korps Bhayangkara harus membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka selalu menyerap aspirasi, untuk menjadikan Polri sesuai harapan masyarakat.

"Polisi tidak anti kritik. Ini jadi tantangan saya karena kritik penting dan dimanfaatkan. Ada persepsi di masyarakat tentang kita dan kita harus perbaiki. Persepsi yang diharapkan sesuai dengan keinginan masyarakat. Banyak program kita yang dilaksanakan namun memang perlu waktu," tutur Sigit.

Dia meyakini, tantangan itu bisa diselesaikan dengan bekerja secara tulus, kerja keras dan ikhlas. Sigit optimis, tingkat kepercayaan publik akan terus meningkat dari yang sudah ada saat ini.

Baca juga : Kapolri Minta Forkopimda Sumut Antisipasi Potensi Lonjakan Covid-19 Saat Nataru

"Bangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap kita demi institusi. Rekan-rekan telah berjuang namun kalau kita tidak bisa menerima perbaikan tentunya ada gap dan gap ini jadi masalah. Maka dari itu selalu turun ke lapangan bertemu masyarakat dan anggota, untuk mengetahui masalah untuk kita selesaikan. Saya yakin rekan-rekan mampu," pesannya.

Untuk meningkatkan kepercayaan publik, personel korps baju cokelat harus bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Polri harus menunjukkan saat ini jauh lebih baik, sesuai dengan semangat konsep Presisi.

"Perkembangan teknologi kita manfaatkan. Sehingga profesionalisme dari kepolisian bisa terlihat. Bagaimana kita membangkitkan semangat anggota, manfaatkan teknologi biar semakin baik dan profesional. Saya yakin institusi Polri adalah institusi yang disayang masyarakat dan bagaimana kita meyakinkan agar tetap berada di performa itu," beber Sigit.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.