Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tolak Tunanetra, Grab Minta Maaf

Selasa, 7 Januari 2020 06:48 WIB
Ngopi - Tolak Tunanetra, Grab Minta Maaf
Catatan :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT

RM.id  Rakyat Merdeka - Kakak kandung saya, Eko Ramaditya Adikara (39). Dia tunanetra sejak lahir, tapi punya sederet prestasi. Sudah diberitakan banyak koran, situs daring, dan televisi.

Selain mengurusi istrinya yang cantik dan dua anak kecil, saban hari dia juga jadi motivator, influencer, guru, penulis buku (kini ada 8). Dijuluki ‘The First Indonesian Blind Blogger’, masku akrab dengan IT.

Belakangan, intens mengajari para tunanetra agar bisa menggunakan komputer dan hape. Penasaran? Silakan tanya langsung via berbagai akun medsosnya. Mobilitas masku sangat tinggi. Naik angkot, ojek, kereta api, atau pesawat. Sudah sering sendiri, tanpa ditemani, hingga ke luar negeri.

Selain suka, tentu banyak pengalaman duka selama menggunakan moda transportasi. Yang terkini. Pada 26 Desember lalu, masku ditolak oleh dua driver Grab (mobil dan motor).

Berita Terkait : Hoaks, Berita Tewasnya Anggota Brimob di Intan Jaya

Intinya, begitu di lokasi tahu kondisinya tuna netra, kedua driver itu mendadak langsung ‘cabut’. Padahal, masku dan kedua driver itu sebelumnya sudah berkomunikasi serta oke untuk menjemput.

Kala itu kesal, masku langsung curhat di FB dan viral. Tak lama, pihak Grab menghubungi, berjanji menyelesaikan dan meminta curhatan di take down.

Nah, kemarin, diadakan mediasi di Grab Driver Center, Maspion Plaza. Yang hadir, saya, masku, dan temannya saksi dari Sahabat Rekan Sebaya.

Dari Grab, tim public affairs, dua driver pelaku, dan perwakilan komunitas. “Grab minta maaf dan menyesalkan kejadian ini. Kami sudah berusaha agar teman-teman disabilitas bisa sebebas mungkin,” kata Shally Pristine, Public Affairs Communications and Social Impact Manager at Grab Indonesia.

Berita Terkait : Soal Natuna, Jokowi Keras Terhadap China

“Ternyata masih banyak driver Grab yang belum mengetahui bahwa tunanetra sudah dapat meng-order Grab secara mandiri,” imbuhnya.

Masku merespons, dari curhatannya, dia tidak ada niatan untuk ‘menghilangkan rezeki orang’. Tidak mau dua driver itu dipecat. Hanya ditegur dan sebagai social awareness.

“Dilema. Kalau tidak posting, disangka hoaks. Saya sudah 4 kali insiden. 3 kali Grab, 1 kali sebelah. Yang lain tidak ada masalah. Saya langganan kok,” beber mas ku seraya menunjukkan cara dirinya mengoperasikan hape dan aplikasi.

Suasana jadi haru saat kedua driver bersuara, menyesal, dan menangis. “Saya tidak tahu kalau mas tunanetra. Andai saja saya tahu,” lirih Pak Suharno, driver Grab Car. “Saya minta maaf,” ucap Pak Mulyono, driver Grab Bike.

Berita Terkait : Mau Juara, Dovi Diminta Izin ke Marquez

Saya ikut menyambung, “Pas tahu, saya tidak mengasihani kakak. Saya justru kasihan dengan Grab. Pelayanan jasa itu harus zero acccident, tidak ada alasan. Apalagi power of people with disability itu kuat banget. Syukurlah semua berakhir damai.”

Usai dialog, ditandatangani surat pernyataan bersama. Lalu, masku berpelukan dan foto bareng dengan kedua driver tadi.

“Mohon doanya agar pak Suharno dan pak Mulyono, Allah kasih rezeki pengganti akibat hilang sementara saat beliau berdua kena suspend sementara. Doa orang tunanetra manjur loh,” tutup masku lalu tertawa. ***