Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Catatan :
UJANG SUNDA
UJANG SUNDA
Sebelumnya
Untuk debat pertama, saya nonton di kantor. Suasananya sangat ramai dan riuh. Untuk debat kedua, karena hari libur, saya nonton di rumah.
Rupanya, anak saya, yang berusia 8 tahun, antusias dengan debat itu. Dia sempat memaksa mau ikut menonton. Tapi, karena esok harinya dia harus sekolah, saya tak mengizinkan.
Baca juga : Jaga Amal Baik Bukan Nama Baik
Keesokannya, saat baru bangun, dia langsung tanya tentang debat itu. “Ayah, siapa yang menang?” Dia pikir, hasil debat itu langsung menentukan pemenang Pemilu.
“Belum A. Ini baru debat,” jawab saya. Saya memanggil di Aa, karena dia anak pertama. Dia lalu cerita, teman-temannya di sekolah banyak yang dukung capres.
Baca juga : Baleg: Pemerintah Males Datang Rapat
“Temen-temen aku banyak yang dukung *. Tapi, aku mah tetep dukung **,” ucapnya begitu semangat. Maaf, saya sengaja tidak menyebutkan nama capresnya di sini.
“Kalau Ayah dukung siapa? Aku tahu, Ayah pasti dukung *, sama kayak aku,” tambahnya lagi. Saya hanya tersenyum. “Sudah, cepat siap-siap sekolah,” kata saya kemudian.
Baca juga : Waktunya Singkat, DPR Cuma Targetkan 4 RUU
Saya harus konsisten dengan puasa tidak komentar mengenai Pemilu. Saya juga tak mau dia ikut-ikutan dalam kebisingan Pemilu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya