Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Catatan :
BARATA KRISNA
BARATA KRISNA
Sebelumnya
Dia kemudian mulai mengemasi barang dagangannya. Sebelum meninggalkan stadion, saya mencoba mengajak ngobrol dengannya. “Bagaimana, laku dagangannya?” ujar saya.
Memang, pada laga ketiga ini, 75% dagangannya laku. Namun menurutnya itu karena jumlah dagangannya sudah dikurangi dari pertandingan sebelumnya. Sebab, dagangannya justru tidak terlalu laku saat laga pertama 3 Maret, maupun 11 Maret.
Baca juga : Juara Grup C, Kalteng Putra Merasa Istimewa
Tadinya ada 100 item yang dijualnya pada 3 Maret, ternyata hanya separuhnya yang laku. Dia pun tidak mau menambah stok lagi di laga 11 Maret. Untuk mengakalinya, dia pun berjualan dulu di tempat lain, seperti terminal Bekasi sebelum datang ke stadion pada sore harinya.
Menurutnya, hal itu karena tidak ada tim favorit, atau yang berbasis massa begitu banyak yang datang ke Stadion. Persib, Arema, Persija justru bertanding di kota-kota lain.
Baca juga : Lawan PSS Sleman, Macan Kemayoran Siap Tampil Habis-habisan
“Tadinya saya kirain Persib yang main ke sini. Kalau jadi pasti laris atuh,” ujarnya dengan logat Sunda yang kental. Kondisi ini berbeda di saat Persija jadi tuan rumah seperti Liga 1.
Pada hari pertandingan jumlah penonton pasti begitu banyak, mencapai puluhan ribu. Bahkan saat babak pertama usai, seringkali 100 item dagangannya itu ludes, dibeli Jak Mania maupun suporter tamu.
Baca juga : Airin Apresiasi Dinas Pariwisata Tangsel
Didik yang perantau dari Majalengka itu pun berharap agar klub-klub besar main di Patriot. Wajahnya agak sumringah karena saya beritahu, sebagai juara Grup D Persija berhak jadi tuan rumah perempat final, sesuai peraturan pertandingan.
“Wah bakal banyak yang dateng nih. Nanti saya pesan banyak deh. Bakal laris euy,” kata tamatan SMA ini. Memang, jargon Piala Presiden adalah ekonomi kerakyatan, tentu jargon itu harus dinikmati pula oleh pedagang seperti Didik. **
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya