Dark/Light Mode
Redaktur
RM.id Rakyat Merdeka - Saya menulis ini dengan cucuran air mata. Meskipun sudah hampir sepekan, kepergian seorang sahabat, masih membuat saya syok. Dia adalah Sugihono, Redaktur Eksekutif Rakyat Merdeka yang biasa kami panggil ONO. Dia meninggal dunia pada Minggu (03/01) siang.
Padahal di hari ONO meninggal, saya dan teman-teman sudah punya rencana. Akan pergi ke rumahnya. Ingin membesuk ONO yang sedang sakit sekaligus menghiburnya.
Baca juga : Hilangnya Suara Oposisi
Tapi takdir berkata lain. Rencana kami ingin menjenguk berubah jadi takziah. Di rumah ONO, kami hanya mendapatkan sosoknya yang sudah terbujur kaku. Nggak ada tawa khas ONO yang cempreng. Yang ada justru tangisan istri dan kedua anaknya.
“Bang, kenapa begitu cepat pergi?” gumamku dalam hati, sambil mencoba menguatkan diri bersama teman-teman yang lain agar tak terlihat sedih di hadapan keluarganya.
Ketika saya merenung, sebenarnya ini tidak mendadak. Sebelumnya, ONO sudah memberi isyarat. Hanya saya terlalu bodoh menangkap pesan. Setiap isyarat yang ada, kami pikir hanya bercanda. Karena memang ONO adalah sahabat yang suka bercanda.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.