Dark/Light Mode

Akhirnya, Kena Juga

Rabu, 14 April 2021 06:20 WIB
Ngopi - Akhirnya, Kena Juga
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Tamu yang tak diharapkan itu akhirnya berkunjung juga ke kediaman orang tua kami. Tamu ini sangat terkenal sejagat raya, sejak tahun lalu. Berbahaya dan sangat ditakutkan. Iya, si Corona.

Yang patut disyukuri dari kunjungan si Corona ini tidak membuat yang punya rumah sakit. Hanya gejala ringan, seperti batuk. Gejala yang sama juga dirasakan anggota keluarga lainnya. Ada juga yang sempat meriang atau bikin nafsu makan hilang.

Kediaman orang tua kami dihuni sekitar sembilan orang. Cukup ramai. Dari sembilan ini, lima di antaranya disapa si Corona. Termasuk satu balita dan satu anak kecil, kakak-adik. Yang lagi-lagi, masih patut disyukuri, keduanya tidak mengalami gejala yang aneh-aneh.

Berita Terkait : Panti Gembira Lansia

Tapi, karena harus ikut isolasi, dua anak ini diputuskan dirawat di rumah sakit. Satu ruangan dengan ibunya. Yang lainnya, isolasi mandiri di rumah.

Yang disayangkan, peranan petugas Satuan Tugas (Satgas) di lingkungan rumah kami tidak optimal. Setelah lapor ke ketua RT dan RW, tidak ada tindak lanjut. Misal, tidak ada obat atau vitamin yang diberikan saat isolasi mandiri di rumah.

Semua vitamin dibeli sendiri, setelah tanya ke kerabat apa yang harus dikonsumsi. Lalu, tidak ada arahan dari pengurus RT, apakah tetangga dikoordinasikan untuk membantu menyiapkan kebutuhan pangan harian. Misal, belanja sayuran, lauk dan lainnya.

Berita Terkait : Mudik Duluan

Anggota keluarga lain yang negatif, tetap nggak bisa keluar rumah, karena ikut diisolasi juga. Jadinya, hanya bisa mengandalkan belanja secara online.

Lagi-lagi, untungnya, masih ada saudara yang lokasi rumahnya hanya berjarak kurang dari 10 kilometer. Setiap hari, ada saja yang antar makanan dan camilan.

Selain itu, ketersediaan kamar juga cukup untuk dijadikan ruang isolasi. Satu kamar satu orang. Itu pun di lantai dua. Jadi, yang hasilnya negatif, masih bisa masak di lantai bawah.

Berita Terkait : Tolong Mudahkan Vaksinasi Lansia

Apapun yang terjadi, tetap harus disyukuri, kondisi semuanya juga baik-baik. Yang perlu penanganan ekstra, justru ketika yang dirawat di rumah sakit sudah diizinkan pulang. Namun, tetap melanjutkan isolasi mandiri sampai genap 14 hari.

Nah, buat si balita, setibanya di rumah, satu dua hari masih oke di kamar sepanjang hari. Masuk hari ketiga, jangan ditanya. Dia mulai mengamuk, minta ke luar kamar. Ujung-ujungnya pakaian seisi lemari tumpah ruah, berserakan, dilempar ke sana ke mari. [Irma Yulia/Wartawan Rakyat Merdeka]