Dark/Light Mode

Lucunya Piala Menpora

Minggu, 4 April 2021 06:35 WIB
Ngopi - Lucunya Piala Menpora
Catatan :
Redaktur

RM.id  Rakyat Merdeka - Dahaga pecinta sepak bola Tanah Air untuk menyaksikan aksi pemain-pemain Liga 1 akhirnya tuntas dengan bergulirnya Piala Menpora. Termasuk saya yang antusias menyambut turnamen pramusim ini.

Bagaimana tidak, hiburan yang sudah setahun lebih tidak bisa disaksikan, kini kembali. Apalagi jadwal pertandingan Piala Menpora berlangsung hampir setiap hari. Jadi, ada hiburan ketika bosan di rumah. Meskipun pertandingan berlangsung tanpa penonton, aksi khas pemain lokal tetap asyik ditonton.

Setelah beberapa hari menonton pertandingan, saya melihat ada semangat berlebih yang ditampilkan pemain. Terlihat pemain sangat antusias dan berusaha keras menampilkan permainan terbaiknya. Hasilnya, banyak pemain yang kram otot betis. Mungkin karena masih sedikit persiapan.

Berita Terkait : Sedih Tapi Nggak Bisa Nangis

Di luar semangat pemain, bukan Liga 1 kalau tidak ada kontroversi yang membuat penonton geleng-geleng kepala. Seperti ketika kiper Madura United Muhamad Ridho mengenakan rompi saat bertanding melawan PSS Sleman. Hal tersebut seharusnya tidak terjadi di turnamen sekelas Piala Menpora. Saya pun melihatnya heran. Kok bisa ya? Kalau turnamen kampung, hal seperti itu wajar. Apa ini memang turnamen kampung yang disiarkan televisi.

Di mata teman saya, hal itu menjadi fenomena yang lucu dan menggelitik. “Kocak aja. Iya kan ngeliat kiper sekelas Timnas pakai rompi saat main. Jarang terjadi ini. Lucunya Piala Menpora ya itu. Lumayan jadi hiburan,” kata teman saya.

Selain kejadian yang menimpa kiper Madura United, hal teknis lain yang kerap dikritik suporter adalah kualitas siaran.

Berita Terkait : Sibuk Mainin Receh

Di media sosial, hal ini ramai diperbincangkan, karena pemegang hak siar seakan tidak bisa memperbaiki kualitas gambar. Kadang terang, kadang gelap.

Padahal, untuk menonton pertandingan Piala Menpora, banyak suporter yang harus membayar atau streaming karena tidak mendapat sinyal siaran di televisi. Hal ini seharusnya menjadi pertimbangan PSSI untuk memilih pemegang hak siar yang lebih profesional.

Namun, di balik semua itu, saya dan suporter lain pasti bersyukur bisa menonton sepak bola nasional lagi. Apa jadinya Timnas kalau turnamen atau kompetisi level nasional tidak juga bergulir. Sementara jadwal pertandingan seperti lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 sudah di depan mata.

Berita Terkait : Butuh Minyak Tanah

Saya berharap, Piala Menpora menjadi titik awal kembalinya semangat memajukan persepakbolaan Tanah Air di tengah pandemi Corona. Untuk suporter, tetap bersabar. Kita akan kembali ke stadion di waktu yang tepat. [Alfian Sidik/Wartawan Rakyat Merdeka]