Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rizki Aulia: Atasi Konflik Papua Tanpa Senjata, Andika Harus Turun Gunung Kasih Pemahaman

Jumat, 26 Nopember 2021 13:56 WIB
Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Rahman Natakusumah (Foto: Humas DPR)
Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Rahman Natakusumah (Foto: Humas DPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR Rizki Aulia Rahman Natakusumah mengapresiasi langkah Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan pemerintah, yang mengedepankan pendekatan kesejahteraan untuk mengatasi konflik Papua.

Menurutnya, permasalahan keamanan Papua merupakan isu kompleks. Bahkan menjadi perhatian dunia internasional. Karena itu, penanganannya harus terukur, khususnya untuk institusi militer.

"Pendekatan damai itu kan visi Panglima yang disampaikan ketika uji kelayakan di DPR. Kami apresiasi, karena selalu ada evaluasi dari upaya yang sudah dilakukan selama ini," kata Rizki saat dihubungi RM.id, Jumat (26/11).

Berita Terkait : Desy: Kami Tidak Ditunjukkan Isinya

Dia mafhum, penanganan dengan pendekatan damai merupakan ujian berat bagi prajurit. Biasa menenteng senjata, sekarang harus mengadopsi gaya baru dalam mengatasi pertempuran di zona konflik. Tapi, itu harus dilaksanakan karena perintah pimpinan.

"Panglima TNI perlu memberikan pemahaman mendalam, terkait visi pendekatan berbeda kepada pasukannya di lapangan. Karena terkadang, apa yang direncanakan di Jakarta, belum tentu selaras dengan yang terjadi di tanah Papua," ujar Politisi Partai Demokrat itu.

Demi menjaga keselamatan prajurit, Rizki mengingatkan semua personel yang bertugas di Bumi Cendrawasih untuk tetap waspada. Jangan lengah, sekalipun pendekatan damai menjadi ujung tombak.

Berita Terkait : Herman Herry: Saya Junjung Tinggi Loyalitas Penugasan Partai

"Jangan sampai, kewaspadaan dan kerja intelijen strategis TNI turun level. Kami tidak ingin ada jatuh korban dari pihak mana pun, termasuk pasukan TNI," papar putra Bupati Pandeglang, Irna Narulita itu.

"Kami berharap, para komandan di lapangan bisa menciptakan jalur komunikasi dan komando, yang terintegrasi dengan baik. Sehingga, operasi preventif dapat berjalan optimal," papar dia.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD satu suara dalam menghadapi teroris Papua.

Berita Terkait : DPR Desak Kemendagri Tertibkan Ormas Kerap Terlibat Bentrokan

Keduanya sepakat mengedepankan pendekatan kesejahteraan demi memenuhi kebutuhan dapur rakyat Papua, dibanding melakukan pertempuran. [UMM]