Dark/Light Mode

Kunjungi Peternakan Sapi Boyolali

DPR Dan Kementan Jamin Stok Pangan Ternak Aman

Rabu, 15 Desember 2021 07:00 WIB
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR Anggia Erma Rini saat kunjungan kerja ke peternakan sapi potong di Kabupaten Boyolali, Minggu (12/12/2021). (Foto: Istimewa)
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR Anggia Erma Rini saat kunjungan kerja ke peternakan sapi potong di Kabupaten Boyolali, Minggu (12/12/2021). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Dijelaskan Nasrullah, berdasarkan prognosis kebutuhan daging sapi dan kerbau pada November hingga Desember 2021 sebanyak 114.342 ton.

Sedangkan ketersediaannya sebanyak 128.480 ton sehingga neraca dalam keadaan surplus 14.138 ton. Ketersediaan daging tersebut berasal dari sapi lokal sebanyak 44.490 ton, sapi siap potong 14.377 ton atau setara 75.000 ekor dan daging Impor 69.613 ton.

Baca juga : Tingkatkan Produksi, Kementan Ajak Peternak Kembangkan Korporasi

Nasrullah mengajak semua pihak tetap bersinergi dan berkoordinasi baik dengan Pemerintah Daerah, kementerian/lembaga terkait, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi ini untuk memastikan lonjakan pangan jelang Nataru tidak terjadi.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang terus mengingatkan kita bahwa pemenuhan pangan bagi 273 juta rakyat Indonesia adalah prioritas yang harus dipenuhi,” ucapnya.

Baca juga : Kementan Pastikan Pasokan Pangan Ternak Jelang Nataru Aman

Untuk mencukupi kebutuhan daging sapi, lanjutnya, pemerintah tetap memprioritaskan pasokan lokal melalui program Sikomandan (Sapi Kerbau komoditas Andalan Negeri). Kementan terus mendorong para peternak di seluruh daerah untuk mencapai target kelahiran sapi dan kerbau secara masif dan serentak, agar mampu mengatasi kebutuhan daging sapi nasional.

“Kegiatan Sikomandan melalui optimalisasi reproduksi dengan Inseminasi Buatan (IB) sebagai penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan populasi dan mutu genetik sapi,” jelas Nasrullah.

Baca juga : Wajagung: Jaksa Dituntut Tampil Paripurna Hadapi Berbagai Ujian Dan Tantangan Penegakan Hukum

Nasrullah menjelaskan, optimalisasi reproduksi sejak 2017-2021 dari program peningkatan prioritas peningkatan stok sapi ini. Dari jumlah kebuntingan Januari 2017 hingga 12 November 2021 telah terealisasi 10.409.608 ekor. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.