Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Omicron Terus Nambah

Nihayatul Wafiroh: Perketat Prokes, Edukasi Publik Dengan Berita Mendidik

Sabtu, 8 Januari 2022 19:58 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh. (Foto: Ist)
Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 kembali melaporkan tambahan sebanyak 479 kasus per Sabtu (8/1). Sementara Kasus konfirmasi Omicron di Indonesia bertammbah 57 orang. Total kasus konfirmasi Omicron di Tanah Air mencapai 318 orang per Jumat (7/1).

Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh berharap penyebaran Varian Omicron tidak terus berkembang di tanah air.

"Semoga tidak menyebar luas seperti varian Delta kemarin," kata Nihayatul Wafiroh dalam keterangannya kepada RM.id, Sabtu (8/1).

Berita Terkait : LPEI Jamin Perusahaan Jalankan Tata Kelola Perusahaan Dengan Baik

Dia meminta, masyarakat semakin memperketat dan disiplin Protokol Kesehatan (Prokes). Namun, masyarakat juga perlu diedukasi dengan baik.

"Terus edukasi masyarakat. Jangan yang seram-seram terus disajikan ke publik," pinta Ninik, sapaan akrabnya.

Ninik berharap, pemerintah dan media menyajikan berita yang realistis dan mendidik. Data dan informasi yang disebarkan harus sesuai dengan kenyataan.

Berita Terkait : Dua Kasus Omicron Lokal Terlacak, Pasien Baru Pulang Liburan Dari Bali

"Sehingga masyarakat tidak panik, namun tetap waspada menghadapi Omicron ini," tandas Ketua Bidang Kesehatan dan Penguatan Inklusi Disabilitas DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Mementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan, kasus konfirmasi Covid-19 varian Omicron kembali bertambah sebanyak 57 orang hingga Jumat (7/1). Total konfirmasi Omicron sebanyak 318 orang. Penambahan 57 orang itu terdiri dari 7 orang transmisi lokal dan 50 orang pelaku perjalanan luar negeri.

"Secara keseluruhan dari awal kasus Omicron pada Desember 2021 hingga Jumat (7/1) kasus transmisi lokal berjumlah 23 orang dan kasus dari pelaku perjalanan luar negeri berjumlah 295 orang," kata Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Sabtu (8/1).

Berita Terkait : Kasus Omicron Kini Jadi 5, Tolong Kurangi Mobilitas, Prokes Jangan Kendor

Secara kumulatif, kasus paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Kebanyakan kasus konfirmasi Omicron adalah mereka yang sudah lengkap vaksinasi Covid-19. Dia menjelaskan, sebanyak 99 persen kasus Omicron yang diisolasi memiliki gejala ringan atau tanpa gejala. 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan berasal dari Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya sebanyak 4,3 persen kasus memiliki komorbid seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi, serta 1 persen kasus membutuhkan terapi oksigen. Kebanyakan orang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap dan tidak bergejala sampai bergejala ringan.

"Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala. Gejala paling banyak adalah batuk dan pilek," tuturnya. [UMM]