Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tunda Rapat Dengan Bos BRIN

Komisi VII Ingin Bahas Tuntas Proses Peleburan LBM Eijkman

Kamis, 13 Januari 2022 07:15 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko (kiri) bersama Direktur Utama PT Bio farma (Persero) Honesti Basyir (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/1/2022). (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko (kiri) bersama Direktur Utama PT Bio farma (Persero) Honesti Basyir (kanan) saat mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/1/2022). (Foto: Dwi Pambudo/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi VII DPR menunda pelaksanaan rapat dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) beragenda penjelasan proses integrasi Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan PP Iptek. Penundaan dilakukan karena Dewan ingin menghadirkan mantan Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio.

Anggota Komisi VII DPR Kardaya Warnika bilang, kehadiran Amin Soebandrio diperlukan untuk mendapat penjelasan menyeluruh terhadap kondisi Eijkman sebelum peleburan ke BRIN dilakukan.

Berita Terkait : Kapolri Tekankan Pentingnya Pencegahan Penyelundupan PMI

“Supaya tahu, jangan sampai kita bicarakan tapi pembicaraan kita tidak membumi,” kata Kardaya dalam rapat bersama Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dan Dirut PT Biofarma di Jakarta, kemarin.

Anggota Komisi VII DPR Dyah Roro Esti menyarankan agar agenda rapat berikutnya tidak hanya spesifik membahas Lembaga Eijkman. Tapi juga ikut memonitor proses peleburan dan integrasi Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) lainnya, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Berita Terkait : Komisi XI Yakin Tahun Depan Perekonomian Pulih Kembali

Menurut Esti, hal ini penting jangan sampai polemik ini juga dialami oleh lembaga-lembaga tersebut.

“Karena ini polemik yang berkembang hanya Lembaga Eijkman. Saya khawatir lembaga lainnya mengalami hal yang sama,” kata politisi perempuan Golkar ini.

Berita Terkait : Komisi IV Nanya Penerimaan Negara Dari Sektor Kehutanan

Esti bilang, Komisi VII menjadi perantara dalam menghadirkan solusi yang optimal dalam proses peleburan lembaga-lembaga riset ini ke BRIN. Toh, peleburan ini didasari niat baik bahwa BRIN berfungsi untuk memastikan riset-riset di dalam negeri bisa semakin unggul.
 Selanjutnya