Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dipimpin Puan, Sidang IPU Sepakati Resolusi Damai Rusia-Ukraina

Kamis, 24 Maret 2022 22:43 WIB
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Instagram/puanmaharaniri)
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: Instagram/puanmaharaniri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani memimpin Sidang ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU) yang berhasil menyepakati resolusi damai untuk konflik Rusia dan Ukraina. Resolusi damai itu disepakati ribuan delegasi yang mewakili parlemen dari 115 negara, setelah melalui serangkaian tahapan sidang dan sesi debat yang dipimpin Puan sebagai pimpinan sidang majelis IPU tahun ini.

"Indonesia telah memainkan peranan penting dalam penyusunan resolusi ini. Kami tergabung dalam komite penyusun. Indonesia sejak awal menekankan pentingnya peran sentral IPU dalam mencari solusi di Ukraina secara berimbang," ujar Puan, saat jumpa pers usai penutupan Sidang ke-144 IPU, di BICC, Nusa Dua, Bali, Kamis (24/3), seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Puan: Usulan Resolusi Rusia-Ukraina Di IPU Sesuai Semangat Perdamaian RI

Dalam Sidang ke-144 IPU itu, tiap negara anggota dipersilakan mengusulkan rancangan resolusi yang mendesak (emergency item). Di sidang majelis IPU tahun ini, delegasi Parlemen Ukraina mengusulkan draf resolusi terkait konflik Rusia dan Ukraina. Draf resolusi yang disampaikan Parlemen Ukraina meminta IPU secara lugas mengecam Rusia dan Belarusia atas aksi militer mereka di Ukraina.

Namun, menurut Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon yang delegasi Indonesia, pandangan itu berisiko memperkeruh konflik dan menghambat upaya perdamaian. Oleh karena itu, pada sesi debat umum yang berlangsung pada 21 Maret, Indonesia turut mengajukan rancangan resolusi, yang diikuti Selandia Baru.

Berita Terkait : Di Sidang IPU, Indonesia Perjuangkan Perdamaian Rusia-Ukraina

Dalam prosesnya, Ukraina mencabut usulannya sehingga tersisa draf usulan Indonesia dan Selandia Baru. Meskipun akhirnya rancangan dari Indonesia kurang mendapat dukungan, tetapi isi draf dari Selandia Baru telah memasukkan beberapa poin usulan Indonesia.

Beberapa usulan Indonesia yang ditemukan pada draf Selandia Baru, antara lain mengedepankan peran kolektif parlemen untuk membuka dialog antara Rusia dan Ukraina, dan membentuk satuan tugas (task force) untuk menjalankan peran sebagai penghubung dua pihak yang berkonflik.

Berita Terkait : Ini Alasan RI Dukung Resolusi MU-PBB Tentang Serangan Rusia Ke Ukraina

"Indonesia telah meyakinkan IPU untuk menyepakati task force untuk mendorong terciptanya solusi damai atas konflik Ukraina dan Rusia. Tentu saja, Indonesia dalam sidang ini membahas pentingnya mengarusutamakan kesetaraan gender dan partisipasi perempuan serta pemuda dalam pengambilan keputusan," tutur Puan. [USU]