Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Puan: Usulan Resolusi Rusia-Ukraina Di IPU Sesuai Semangat Perdamaian RI

Selasa, 22 Maret 2022 12:44 WIB
Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: ist)
Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR, Puan Maharani mengatakan, delegasi Ukraina di Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 juga mengajukan emergency item. Tujuannya agar sidang IPU mengeluarkan resolusi untuk mengecam Rusia.

Namun, Presiden Bureau of Women Parliamentarians yang berasal dari Ukraina, L. Vasylenko melalui koneksi virtual menyatakan, mencabut usulan itu dan memohon delegasi IPU mendukung usulan Selandia Baru. 

“Secara prinsipil ini bukan tentang menang atau kalah voting. Kedua emergency item mengedepankan prinsip budaya damai, penghormatan hukum internasional, territorial intergrity dan aspek kemanusiaan sesuai semangat yang diusung Indonesia,” kata Puan dalam forum General Debate 144th Assembly of the Inter Parliamentary Union (IPU) di Bali International Convention Centre (BICC) The Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (21/3) malam. 

Baca juga : Kemenkeu Mulai Waswas

Menurut Puan, yang utama bagi IPU adalah perdamaian permanen yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

Salah satu delegasi Indonesia yang hadir dalam voting di General Debate IPU, Irine Yusiana Roba Puteri mengatakan usulan emergency item dari Selandia Baru pada dasarnya sesuai dengan semangat Indonesia.

“Delegasi Selandia Baru saat menyampaikan pidato bahkan menyampaikan, poin mereka mengenai building the culture of peace, integritas teritori dan penghormatan atas hukum internasional telah dengan jelas dan elegan disampaikan Ibu Ketua DPR Puan Maharani,” ucap Irine.

Baca juga : Rusia-Ukraina Absen Di Sidang IPU, DPR: Kami Sudah Undang, Mereka Juga Sudah Janji

Dalam beberapa forum IPU, diakuinya, Puan berkali-kali menekankan poin agar parlemen mempromosikan toleransi, dialog, serta menolak kekerasan. 

Usai pengambilan voting, rancangan emergency item yang disetujui akan dibahas di drafting committee. Tugas dari drafting committee adalah untuk memformulasikan resolusi soal konflik Rusia-Ukraina yang ditelaah secara substantif maupun bahasa. “Kemudian akan diajukan ke Pleno untuk pengesahan,” tutup anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR itu. 

Sebelumnya, delegasi Selandia Baru menyerahkan proposal usulan mengenai resolusi konflik Rusia-Ukraina. Proposal ini mendapat suara terbanyak sebagai emergency item. Prinsipnya, usulan tersebut sama seperti semangat perdamaian yang diusung Indonesia.

Baca juga : Puan Ajak Delegasi IPU Tiru Indonesia Rawat Kebhinekaan

Sekadar informasi, emergency item sendiri merupakan usulan agenda baru yang dianggap mendesak dan sangat penting untuk dibahas di sidang IPU. Namun tidak tercantum dalam agenda yang ditetapkan sebelumnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.