Dewan Pers

Dark/Light Mode

Penyelundupan 1,196 Ton Sabu

Komisi III DPR Minta Polisi Kejar Bosnya Sampai Dapat!

Jumat, 25 Maret 2022 09:52 WIB
Polri mengungkap kasus penyelundupan sabu 1,196 ton atau senilai Rp 1,43 triliun di Pangandaran, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)
Polri mengungkap kasus penyelundupan sabu 1,196 ton atau senilai Rp 1,43 triliun di Pangandaran, Jawa Barat. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Terungkapnya kasus penyelundupan sabu sebanyak 1,196 ton atau senilai Rp 1,43 triliun di Pangandaran, Jawa Barat membuat geram banyak kalangan. Para pelaku pun harus dihukum berat untuk menimbulkan efek jera. 

"Kami tentu sangat mengapresiasi kinerja luar biasa dari Kapolri dan jajarannya yang berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkoba jenis sabu Pantai Madasari, Desa Masawah, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kami juga akan mengawal kasus ini hingga proses peradilan sehingga para pelaku bisa dihukum berat untuk menimbulkan efek jera," ujar Anggota Komisi III DPR Cucun Ahmad Syamsurijal saat konpres bedah kasus bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo di Pusdik Intelejen, Bandung, Kamis (24/3).

Dia menjelaskan penyalagunaan narkoba adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Selain merusak masa depan generasi muda, penyalahgunaan narkoba ini juga kian meluas hingga pelosok desa. Indonesia pun menjadi salah satu pasar terbesar kartel narkoba dunia.

Berita Terkait : Puan: Lestarikan Bumi Untuk Generasi Penerus!

"Sebagai putra Jawa Barat saya sangat kaget, Pangandaran menjadi pintu masuk penyelundupan sabu-sabu yang diduga dari jaringan internasional. Situasi ini tidak boleh terus dibiarkan karena bisa jadi Jawa Barat yang mempunyai garis pantai panjang akan terus menjadi pintu masuk peredaran narkoba jaringa internasional," ujarnya.

Cucun mengungkapkan, persoalan penyalagunaan narkoba menjadi salah satu fokus pengawasan dari Komisi III DPR. Menurutnya setiap kunjungan kerja ke daerah baik di level Polda maupun Polres, anggota Komisi III selalu menanyakan bagaimana perkembangan dari perang terhadap penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh jajaran Polri.

"Kami kalau setiap kunjungan ke daerah selalu menanyakan persoalan perang terhadap narkoba ini kepada jajaran Polda maupun Polres. Sebab sekali lagi bahaya sekali dampak yang ditimbulkan oleh kecanduan narkoba bagi anak bangsa," katanya.

Berita Terkait : Ratna Juwita Pertanyakan Progres Pengembangan Vaksin Merah Putih

Ketua Fraksi PKB ini menegaskan, jumlah sabu-sabu sebesar 1.196 juta ton ini tentu sangat besar. Bayangkan saja jika sabu-sabu sebesar itu beredar luas di pasaran. Apalagi jika penyelundupan sabu-sabu sebanyak itu rutin dilakukan oleh para kartel internasional dan para kaki tangannya.

"Maka ,kami akan kawal kasus ini baik di tingkat penyidikan, penuntutan, hingga pengadilan agar semua pelaku dihukum berat. Juga mereka harus mengungkapkan jaringan pengedar hingga ke bos mereka," katanya.

Cucun berharap agar Polri terus meningkatkan upaya perang terhadap penyalahgunaan narkoba ini. Baik dengan meningkatkan peralatan maupun kapasitas sumber daya manusianya.

Berita Terkait : Gus Muhaimin Ingatkan Pemerintah Jaga Stok BBM

Selain itu, dia ingin agar Polri mengembangkan kerja sama dengan Interpol untuk mengejar para kartel yang sengaja memasukkan narkoba produksi mereka ke Indonesia.

"Kami dari Komisi III akan memback up sepenuhnya baik dari sisi anggaran maupun regulasi agar perang narkoba yang dilakukan oleh Polri dan aparat penegak hukum lainnya bisa berhasil," katanya.
 Selanjutnya